Pinrang, 19 Mei 2025 — Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, A. Calo Kerrang, memimpin langsung upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 yang diselenggarakan di Halaman Kantor Bupati Pinrang, Senin pagi (19/5). Upacara berlangsung khidmat, dihadiri jajaran Forkopimda, ASN, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda A. Calo Kerrang membacakan sambutan resmi Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, yang menegaskan pentingnya momentum Harkitnas sebagai refleksi sejarah dan pijakan untuk menatap masa depan bangsa.
“Tanggal 20 Mei bukan sekadar penanda dalam kalender nasional, melainkan momen bersejarah yang menghidupkan kembali semangat kebangkitan dan keberanian dalam perjuangan bangsa,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Dipaparkan, 117 tahun silam menjadi tonggak kebangkitan nasional melalui lahirnya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908—sebuah langkah awal kesadaran kolektif untuk merebut kemerdekaan dari belenggu kolonialisme. Semangat itu, ditegaskan, tidak boleh padam dan harus terus diwariskan lintas generasi.
“Kebangkitan itu bermula dari kesadaran kolektif bahwa kemerdekaan bukanlah sesuatu yang ditunggu, melainkan diperjuangkan bersama,” lanjut sambutan.
Namun, kebangkitan hari ini memiliki wajah yang berbeda. Tantangan bangsa kini hadir dalam bentuk disrupsi teknologi, dinamika geopolitik global, serta isu kedaulatan digital yang menuntut respons cerdas dan adaptif.
Indonesia, ditegaskan dalam sambutan Menkomdigi, bukan sekadar penonton dalam dinamika global. Sebagai negara yang menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia hadir sebagai mitra dialog yang konstruktif dan pembawa solusi di berbagai forum dunia.
Di tingkat nasional, semangat kebangkitan tercermin dalam arah kebijakan pembangunan yang merata dan berpihak pada rakyat. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dalam 150 hari masa kerja pertamanya, telah menunjukkan langkah konkret melalui sejumlah program prioritas.
Program Makan Bergizi Gratis misalnya, telah menjangkau lebih dari 3,5 juta anak Indonesia, sementara layanan kesehatan gratis kini dinikmati oleh ratusan ribu warga di berbagai daerah.
“Pemerintah juga terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan,” sebut sambutan.
Dalam bidang ekonomi, pembentukan Danantara Investment Agency menjadi langkah strategis memperkuat tata kelola kekayaan negara, agar hasil pembangunan dapat dinikmati secara merata. Selain itu, percepatan pelatihan vokasi dan pengembangan talenta digital terus didorong, termasuk pembangunan AI Centre of Excellence di Papua sebagai simbol pemerataan kemajuan teknologi.
Pemerintah pun menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan sosial di era digital. Melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS), negara hadir memastikan ruang digital yang aman dan sehat bagi generasi muda.
Seluruh inisiatif tersebut diarahkan pada satu visi besar: mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju, adil, dan berpihak pada rakyat. Delapan misi utama dalam Asta Cita menjadi panduan dalam mewujudkan kebangkitan nasional yang tidak sekadar simbolik, melainkan nyata dan dirasakan hingga pelosok desa.
“Kebangkitan yang sejati tidak selalu tampak di permukaan, melainkan tumbuh perlahan seperti akar pohon—menghujam dalam nilai-nilai kemanusiaan, menghasilkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” tutup sambutan.
Peringatan Harkitnas ke-117 ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum berakhir. Semangat kolektif sebagai bangsa besar harus terus menyala—demi Indonesia yang lebih kuat, lebih beradab, dan lebih tangguh menghadapi masa depan.
Foto: Satrio