PINRANG: MEMPERKUAT KETAHANAN EKONOMI DAN KONTRIBUSI PANGAN NASIONAL
Pinrang, sebuah wilayah yang telah lama diakui atas kontribusi pertaniannya yang signifikan, kini semakin memantapkan komitmennya terhadap stabilitas ekonomi regional dan perannya yang krusial dalam ketahanan pangan nasional. Arah strategis ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., menyusul rapat koordinasi pengendalian inflasi nasional yang dipimpin secara virtual oleh Menteri Dalam Negeri, Muh. Tito Karnavian. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Jendela Lasinrang Pinrang ini menekankan sinergi upaya antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka dialog nasional dengan menyoroti tren positif dalam tingkat inflasi. Data menunjukkan bahwa inflasi nasional pada awal September berada di angka 2,31%, sedikit menurun dari 2,37% pada bulan sebelumnya. Penurunan ini dianggap sebagai indikator positif dari kolaborasi terpadu antara lembaga pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Lebih lanjut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menggarisbawahi dampak signifikan dari inisiatif “Gerakan Pangan Murah” yang dilaksanakan pada akhir Agustus lalu. Menteri Hasan mencatat manfaat nyata dari program ini dalam meredam laju inflasi di berbagai daerah, yang secara langsung menguntungkan masyarakat dan mendukung keseimbangan ekonomi.
Wakil Bupati Sudirman Bungi menyatakan motivasi mendalam atas capaian nasional ini. Ia menegaskan kembali tekad Pinrang untuk memperkuat sektor perekonomiannya, dengan fokus khusus pada pertanian dan produksi pangan. “Kami optimis perekonomian di Kabupaten Pinrang akan terus membaik dari waktu ke waktu. Kami mengharapkan dorongan, stimulus, dan arahan berkelanjutan dari pemerintah pusat untuk memastikan kondisi ekonomi daerah tetap stabil,” ujar Wakil Bupati Sudirman.
Menjelaskan lebih jauh mengenai keselarasan strategis Pinrang, Wakil Bupati Sudirman secara tegas menegaskan kesiapan wilayahnya untuk mendukung visi Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Beliau menggarisbawahi potensi besar Pinrang, terutama dalam budidaya padi, yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan pangan tidak hanya di Sulawesi Selatan tetapi juga di tingkat nasional.
“Sebagai daerah lumbung pangan, Pinrang siap memberikan kontribusi yang lebih besar bagi ketahanan pangan nasional. Dengan kerja sama semua pihak, kami yakin swasembada pangan dapat terwujud,” tambahnya. Sikap proaktif Pinrang dan kekuatan pertanian inherennya menempatkan daerah ini sebagai pemain kunci dalam memperkuat kemandirian pangan Indonesia, berkontribusi signifikan terhadap kemakmuran regional dan tujuan strategis nasional.