LIVE • Radio SBL

👥 pendengar

Festival Literasi Pinrang 2025: Literasi Menyatukan Pinrang

Literasi yang Hidup di Tengah Masyarakat

Suara anak-anak bercampur dengan aroma kopi dari stan UMKM memenuhi halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pinrang.
Dari panggung utama terdengar musik akustik, sementara pelajar menulis kalimat demi kalimat di kertas kerja mereka.

Inilah wajah Festival Literasi Pinrang 2025 — ruang di mana literasi tidak hanya dibaca, tetapi dihidupkan.
Mengusung tema “Multiliterasi Inklusif, Bergerak Bersama Membangun Pinrang Berbudaya,” festival ini menjadi jembatan antara pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi masyarakat.


Sebuah Awal Digital: Aplikasi iPinrang Diresmikan

Festival dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pinrang, H. Sudirman Bungi, S.Sos., M.Si., dengan peluncuran aplikasi iPinrang, hasil kolaborasi Dinas Perpustakaan dengan Perpustakaan Nasional RI.
Aplikasi ini membuka akses baca digital bagi seluruh warga Pinrang — kapan pun, di mana pun.

“Budaya membaca adalah kunci membuka cakrawala berpikir dan memperluas pengetahuan,”
H. Sudirman Bungi, Wakil Bupati Pinrang


Kreativitas dari Kata dan Gambar

Salah satu kegiatan paling diminati adalah Workshop Penulisan Cerpen dan Captioning Fotografi Sosial Media.
Peserta diajak menulis cerita pendek dan mengolah narasi visual agar mampu menyampaikan pesan positif di dunia digital.

Hasil karya peserta — foto, caption, dan cerita mini — kemudian dipamerkan dalam mini galeri literasi digital, menjadi bukti bahwa literasi dapat hidup di antara gambar, kata, dan makna.


Malam Puisi Pinrang

Kata yang Menyala, Musik yang Menyentuh

Menjelang malam, halaman perpustakaan berubah menjadi panggung puitis.
Lampu gantung berpijar lembut, musik kecapi dan gitar berpadu dengan lantunan kata.

Para penyair muda, guru, dan pegiat literasi bergantian membaca karya bertema pendidikan, kemanusiaan, dan cinta tanah kelahiran.
Malam Puisi Pinrang menjadi ajang ekspresi emosional — sederhana namun sarat makna.

“Puisi adalah cara kami menulis sejarah kecil Pinrang,”
— Mursalim


Lomba Mewarnai: Literasi Sejak Dini

Keceriaan anak-anak memenuhi area lomba.
Crayon dan pensil warna menari di atas kertas, menumpahkan imajinasi tanpa batas.
Bunda Literasi Kabupaten Pinrang, Hj. Andi Sri Widiati Irwan, hadir memberi motivasi kepada anak-anak agar mencintai seni dan membaca sejak dini.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan pada belajar. Literasi dimulai dari hal sederhana yang menyenangkan,”
Hj. Andi Sri Widiati Irwan, Bunda Literasi Pinrang


Diskusi dan Bincang “Sedikit ke Timur”

Dalam tenda terbuka, suara gitar berpadu dengan obrolan hangat.
Bincang Literasi Musik: “Sedikit ke Timur – Anak Muda, Musik, dan Kota” menjadi ruang refleksi antara generasi muda, musisi, dan pegiat budaya.

Diskusi ini menegaskan bahwa literasi tidak hanya lahir dari buku, tetapi juga dari lagu, ritme, dan pengalaman.
Musik menjadi jembatan antar generasi, tempat nilai-nilai dan cerita daerah hidup kembali.

“Literasi bisa hadir lewat lirik lagu, karena dari sana anak muda belajar tentang empati dan identitas.”
— Narasumber Bincang Literasi


Puncak Festival: Malam Anugerah Literasi

Sabtu malam (14/9), festival mencapai puncaknya dengan Malam Anugerah Literasi 2025.
Tarian kolaboratif, musik simfoni kecapi, dan orkestra pelajar memeriahkan malam yang penuh makna.

Bupati H. A. Irwan Hamid, S.Sos. melalui sambutan tertulisnya menegaskan:

“Budaya membaca harus senantiasa dikembangkan karena memiliki segudang manfaat — menambah wawasan, membuka cakrawala berpikir, dan melahirkan generasi unggul.”


Komunitas: Denyut Nadi Literasi Pinrang

Lebih dari sekadar acara, festival ini adalah hasil kerja bersama.
Komunitas dan penggerak literasi menjadi motor utama — menghidupkan diskusi, memandu lomba, hingga menciptakan suasana yang hangat dan inklusif.

Mereka hadir sebagai penyair, fasilitator, fotografer, dan pendamping anak-anak, membawa semangat bahwa perubahan dimulai dari hal kecil: satu buku, satu kata, satu aksi.

“Festival Literasi 2025 adalah gerakan bersama. Pemerintah, sekolah, komunitas, media, dan pelaku ekonomi bergerak dalam satu semangat: membangun Pinrang yang cerdas dan berbudaya.”
Rachmatullah, S.IP., Kadis Perpustakaan dan Kearsipan


Penutupan: Literasi Sebagai Gaya Hidup

Festival ditutup dengan Jalan Santai dan Parade Literasi, Senam Literasi Bersama, dan Kuis Literasi yang meriah.
Keceriaan peserta menandai berakhirnya acara, namun semangatnya masih berlanjut di hati masyarakat.

Bunda Literasi Sri Widiati Irwan menutup festival dengan pesan hangat:

“Gerakan literasi harus dilakukan bersama. Pemerintah, komunitas, dan masyarakat harus saling menyapa, saling belajar, dan saling menguatkan.”


Warisan dari Festival Literasi 2025

Ketika lampu panggung padam dan halaman perpustakaan kembali tenang, satu hal tetap menyala:
semangat literasi yang tumbuh di hati masyarakat Pinrang.

Festival Literasi 2025 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan sosial berkelanjutan yang meneguhkan Pinrang sebagai daerah berbudaya baca, kreatif, dan kolaboratif.

Dari ruang baca ke ruang usaha, dari kata ke karya — Pinrang menulis masa depannya dengan literasi.

(*Liputan Khusus / Maroa Project)

Memuat...
Memuat...
Menghitung Waktu
00:00:00
Waktu Imsak --:--
Buka Puasa --:--
🌙 Hikmah Hari Ini
Memuat Hikmah...

655083167_1260308066243995_6299104063202993680_n
Idul Fitri Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi dan Persatuan di Pinrang
PINRANG — Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai ajang mempererat silaturahmi dan...
Screenshot 2026-03-12 134100
Edukasi Demokrasi Jelang Berbuka: Mengintip Keseruan Program "Ngabuburit Pengawasan" Bersama Bawaslu Pinrang
PINRANG — Mengisi waktu luang jelang berbuka puasa di bulan Ramadhan tak melulu harus dihabiskan dengan...
IMG_3230a
Fun War Lasinrang WGB di Exotico Cafe, Salurkan Tren Water Gel Blaster ke Arena Aman
PINRANG – Tren permainan water gel blaster yang tengah populer di berbagai kota di Indonesia kini juga...
641546302_1240710741537061_5332751110127060299_n
Tak Hanya Fokus Infrastruktur, Wabup Pinrang Ajak Warga Makmurkan Masjid dan Kawal Pertanian di Safari Ramadan
PINRANG – Momen bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi ajang bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang...
1 Tahun BERIMAN
1 Tahun Pemerintahan BERIMAN: Dari Data ke Dampak, 5 Transformasi Nyata untuk Warga Pinrang
PINRANG — Satu tahun masa jabatan kerap identik dengan panggung seremoni dan selebrasi. Namun di Kabupaten...