Edisi perdana SBL on Stage – Ngopi Pemoeda 2025 hari kedua menghadirkan enam sosok inspiratif yang membuktikan bahwa semangat muda Pinrang bisa melahirkan karya besar — dari dapur rumah hingga panggung nasional.
“Setiap pemuda punya cerita. Dan setiap cerita layak didengar.”
Malam kedua SBL on Stage – Ngopi Pemoeda 2025 berlangsung hangat di Exotico Café, Pinrang.
Lampu-lampu panggung berpendar lembut di tengah aroma kopi dan tawa anak muda.
Bukan sekadar talkshow — ini adalah panggung inspirasi bagi mereka yang berani bermimpi dan berkarya dari tanah sendiri.
Cerita yang Menyala dari Pinrang
Enam pemuda berprestasi tampil membagikan perjalanan mereka.
Dari perjuangan kecil hingga capaian besar, semuanya berawal dari satu hal: kemauan untuk mulai.
“Produkmu bisa bagus, tapi kalau tidak terlihat di sosial media, siapa yang tahu untuk membelinya?”
— Rafika “Pikachu” Ibrahim, Digital Marketer & Content Creator
Rafika mengajak generasi muda Pinrang untuk berani tampil, membangun personal branding, dan menjadikan media sosial sebagai ruang berkarya, bukan sekadar hiburan.
Nanda Wahdana Azhar: Dari Dapur ke Berkah
““Saya memulai usaha untuk membantu keluarga. Tapi ternyata, Allah membalas dengan lebih besar — bukan hanya rezeki, tapi kesempatan berbagi manfaat untuk orang lain.”
— Nanda Wahdana Azhar, Founder Nanas Donat
Dari dapur kecil rumahnya, Nanda mengubah resep sederhana menjadi usaha yang kini membuka lapangan kerja dan membanggakan daerah.
Kisahnya menginspirasi bahwa bisnis lokal bisa mendunia jika dimulai dengan niat yang tulus.
Jayadi: Dari Pinrang ke Panggung Nasional
“Saya berangkat dengan percaya diri di bawah 50%, tapi pulang dengan 100% keyakinan bahwa saya bisa.”
— Jayadi, Musisi & Finalis Indonesian Idol 2024
Jayadi membawa nama Pinrang ke panggung nasional.
Ia membuktikan bahwa talenta dari daerah tak kalah bersinar jika punya keberanian untuk melangkah.
Heri SIP, MIP: Literasi yang Menghidupkan
“Sebelum saya jatuh cinta pada seseorang, saya lebih dulu jatuh cinta pada perpustakaan.”
— Heri SIP, MIP, Founder Komunitas Literasi Kosakata
Heri menjadikan literasi sebagai gerakan sosial.
Lewat Badik Pustaka, ia membuka ruang baca yang juga menjadi tempat berdiskusi dan menumbuhkan ide kreatif.
Bagi Heri, buku bukan hanya sumber ilmu — tapi jembatan perubahan.
Ruslan Mukhtar: Pengabdian yang Tulus
“Menjadi perawat bukan hanya soal menyembuhkan luka, tapi juga memberi harapan.”
— Ruslan Mukhtar, Ners., M.Kep.
Sebagai tenaga kesehatan teladan nasional, Ruslan menunjukkan bahwa pengabdian bisa jadi bentuk prestasi tertinggi.
Kisahnya adalah pengingat bahwa kerja tulus tanpa pamrih selalu punya dampak besar.
Ali Topan: Dari Sampah Jadi Berkah
“Kita mungkin tidak bisa mengubah dunia sendirian, tapi bisa mulai dari langkah kecil — menjaga kebersihan di Pinrang.”
— Ali Topan, Founder Bank Sampah Peduli Pinrang
Gerakan kecil yang ia mulai kini berkembang menjadi komunitas lingkungan dengan dampak luas.
Ali membuktikan, kepedulian yang konsisten bisa mengubah kebiasaan satu kota.

Pesan dari Dirut Radio SBL
Di penghujung acara, Fajar Bakri, Direktur Utama Radio Suara Bumi Lasinrang, memberikan refleksi yang menggugah:
“SBL on Stage ini bukan sekadar event. Ini gerakan inspirasi. Kami ingin pemuda Pinrang punya ruang untuk berbicara, beraksi, dan saling menginspirasi. Dari panggung kecil inilah semangat besar itu dimulai.”
Fajar memastikan bahwa SBL on Stage akan menjadi program rutin bulanan, menghadirkan tema dan narasumber berbeda setiap edisi — dari pelaku UMKM, kreator digital, hingga pegiat sosial.
Penutup: Dari Kopi ke Aksi
Malam ditutup dengan penampilan musik akustik dan suasana penuh harapan.
Dua malam “Ngopi Pemoeda 2025” menjadi bukti bahwa Pinrang memiliki energi muda yang kreatif, berdaya, dan penuh inspirasi.
“Dari kopi lahir ide, dari ide lahir aksi, dan dari aksi lahir perubahan.”
📻 Radio Suara Bumi Lasinrang – SBL 92.4 FM
💬 Suara Pinrang, Suara Kita!