Pinrang, 10 November 2025 — Ancaman abrasi di sepanjang saluran irigasi Kecamatan Patampanua semakin mengkhawatirkan. Erosi yang terjadi tidak hanya merusak tebing saluran, tetapi juga mulai mengancam lahan pertanian dan permukiman warga di sekitarnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pinrang. Dalam kunjungan koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang, pemerintah daerah mendorong percepatan langkah-langkah penanganan agar dampak abrasi tidak semakin meluas.
Menurut hasil pemantauan di lapangan, abrasi di beberapa titik irigasi dapat mempengaruhi stabilitas aliran air yang menjadi sumber utama bagi aktivitas pertanian masyarakat Patampanua. Jika dibiarkan, kerusakan tersebut berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen petani.
Selain ancaman abrasi, kondisi akses jalan sepanjang tujuh kilometer yang menghubungkan Lome dan Batulappa juga menjadi perhatian. Jalan tersebut kini mengalami kerusakan parah, sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
“Perbaikan jalan ini sangat dibutuhkan karena menjadi jalur utama masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan harian. Tanpa akses yang baik, aktivitas ekonomi warga ikut terganggu,” demikian salah satu hasil pembahasan dalam pertemuan dengan pihak BBWS.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada BBWS, termasuk penanganan abrasi pantai di Serang, Kecamatan Duampanua, serta perbaikan tanggul banjir di wilayah Bungi.
Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sistem irigasi, infrastruktur desa, dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa penanganan abrasi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga perlindungan terhadap sumber penghidupan petani dan keselamatan warga.