Karang Taruna Kabupaten Pinrang berperan penting dalam menyukseskan penyelenggaraan 1st Adventure Culture – Pinrang International Folklore Festival 2025, sebuah perhelatan budaya internasional yang digelar pada 21–26 November 2025 dan berhasil menarik perhatian masyarakat serta delegasi mancanegara. Ketua Karang Taruna Pinrang, Andi Ichsan Aswad Putra Irwan, menegaskan bahwa keterlibatan organisasinya merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program kebudayaan prioritas pemerintah daerah.
Festival internasional ini merupakan bagian dari program Color of Indonesia, yang diinisiasi oleh Yayasan Warna Budaya Indonesia. Program tersebut kemudian dijemput oleh Sanggar Seni Lasinrang Pinrang, dan selanjutnya dieksekusi secara penuh oleh Dewan Kesenian Pinrang serta Pemerintah Kabupaten Pinrang. Kolaborasi kuat antara lembaga seni, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lokal menjadi fondasi penting bagi terselenggaranya festival bertaraf internasional tersebut.
Menurut Andi Ichsan, Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan memiliki kewajiban sosial untuk mendukung kegiatan besar daerah yang melibatkan masyarakat luas. Keterlibatan Karang Taruna tidak hanya sebatas menunjukkan eksistensi organisasi, tetapi lebih pada kontribusi konkret berupa dukungan teknis, koordinasi lapangan, serta pelayanan publik dan delegasi selama enam hari penyelenggaraan festival. Sinergi antara Karang Taruna, panitia inti, Dewan Kesenian Pinrang, serta Pemerintah Kabupaten Pinrang memastikan rangkaian kegiatan berjalan tertib, meriah, dan sesuai standar penyelenggaraan event internasional.
Persiapan festival berlangsung selama sekitar tiga bulan, melibatkan rapat intensif, pembagian tugas, serta koordinasi dengan berbagai pihak. Sejak pembukaan pada tanggal 21 November hingga penutupan di Lasinrang Park pada 26 November 2025, anggota Karang Taruna aktif berperan dalam pengelolaan area, dukungan logistik, serta pengaturan pelayanan pengunjung dan delegasi. Beragam agenda unggulan seperti pemilihan duta budaya turut menjadi magnet bagi masyarakat dan peserta internasional.
Festival ini juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, terutama bagi UMKM Pinrang. Andi Ichsan mencatat bahwa penjualan pelaku usaha meningkat selama festival berlangsung. Hal ini menegaskan bahwa kegiatan kebudayaan tidak hanya menjadi ruang interaksi budaya, tetapi juga instrumen penggerak ekonomi, sekaligus memperluas jangkauan produk lokal hingga ke tingkat internasional.
Melihat hasil yang dicapai, Andi Ichsan berharap festival ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan dengan skala yang lebih besar dan persiapan lebih matang. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung kegiatan kebudayaan ini agar nama Pinrang semakin dikenal dan dihargai dalam peta budaya dunia.
Bagi Karang Taruna, festival ini menjadi momentum penting yang menunjukkan bahwa peran pemuda, kolaborasi lembaga seni, serta dukungan pemerintah dapat melahirakan sebuah perhelatan budaya berskala global yang memberi dampak sosial, budaya, dan ekonomi signifikan bagi Kabupaten Pinrang.