Pinrang (SBL) — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, SBL FESTIVAL on AIR menghadirkan talkshow edukatif bertajuk “Guru Hebat, Indonesia Kuat” yang berlangsung di Media Center – 1st Adventure Culture Pinrang International Folklore Festival 2025, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube dan Facebook Radio Suara Bumi Lasinrang, serta siaran radio 92.4 FM.
Talkshow yang dimulai pukul 14.00 WITA tersebut menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan untuk membahas tantangan, peluang, dan arah pengembangan dunia pendidikan Indonesia di era perubahan. Acara dipandu oleh Idarahma Ibrahim, S.Pd., M.Pd., Ketua KGBN Kabupaten Pinrang sekaligus Kepala UPT SMAN 4 Pinrang.
Guru sebagai penggerak perubahan
Keynote Speaker Syamril, ST., M.Pd., Direktur Sekolah Islam Athirah sekaligus Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Kalla, menegaskan bahwa guru memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak kemajuan bangsa.
“Guru bukan hanya pengajar, tetapi arsitek peradaban. Pendidikan akan maju bila guru memimpin perubahan. Tantangan abad ini menuntut guru berani keluar dari batas-batas lama dan menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan,” kata Syamril.
PGRI: Penghargaan terhadap guru perlu diwujudkan secara nyata
Ketua PGRI Pinrang, Drs. Darmin, M.Pd., menyampaikan bahwa perjuangan guru—terutama yang bertugas di daerah pelosok—masih sering dibayangi keterbatasan fasilitas dan kesempatan pengembangan kompetensi.
“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, namun penghargaan terhadap jasa mereka harus diwujudkan dalam kebijakan yang nyata. Peringatan Hari Guru harus menjadi ruang refleksi bersama untuk memperjuangkan profesionalisme dan kesejahteraan guru,” ujarnya.
Transformasi digital tidak dapat ditunda
Ketua IGI Pinrang, Syaifuddin, SH., S.Pd., M.Pd., menegaskan perlunya percepatan penguasaan teknologi pembelajaran.
“Era digital tidak menunggu. Guru tidak boleh kalah oleh teknologi, tetapi harus memimpin perubahan. Penguasaan digital adalah kebutuhan, bukan pilihan, untuk meningkatkan daya saing peserta didik,” tutur Syaifuddin.
Ketulusan dan dedikasi guru sebagai fondasi pembentukan karakter
Ketua BPP KGBN Provinsi Sulawesi Selatan, Wahyuniar Yusuf, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa kekuatan profesi guru terletak pada ketulusan dan dedikasi yang tulus.
“Keberhasilan seorang anak adalah doa seorang guru yang pernah ditundukkan bersama harapan. Ketulusan adalah kekuatan sejati profesi guru, namun harus diiringi peningkatan kompetensi agar pendidikan lebih berkualitas,” tegasnya.
Dinas Pendidikan Pinrang apresiasi perjuangan guru
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang, Andi Matjtja Moenta, S.Sos., Sekretaris Dinas Pendidikan Pinrang, Muchtar, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang terus mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi daerah.
“Guru adalah fondasi pembentukan sumber daya manusia yang unggul. Pemerintah Kabupaten Pinrang akan terus berkomitmen memberikan dukungan kepada para guru melalui program pengembangan kompetensi dan peningkatan layanan pendidikan,” ujar Muchtar.
Ia berharap setiap momentum peringatan Hari Guru menjadi pengingat bahwa perbaikan kualitas pendidikan harus dilakukan melalui kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun organisasi profesi.
“Guru hebat adalah kunci menciptakan Indonesia yang kuat. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Pinrang sebagai bagian dari pembangunan nasional,” tambahnya.
Apresiasi publik dan harapan bersama
Talkshow yang berlangsung interaktif itu mendapat respons positif dari peserta dan pemirsa live streaming. Banyak yang menilai forum diskusi semacam ini penting untuk membuka ruang dialog dan memperkuat kerja sama dalam peningkatan mutu pendidikan.
Acara ditutup dengan pernyataan moral bersama:
“Untuk semua guru di Indonesia, teruslah menjadi cahaya yang menuntun bangsa menuju masa depan.”