Nama Rafly Rezki Amir kembali menguat sebagai salah satu talenta muda Indonesia yang mampu berbicara di tingkat dunia. Mahasiswa Program Studi Fisika FMIPA Universitas Indonesia (UI) asal Kabupaten Pinrang tersebut mencatat dua pencapaian bergengsi pada Oktober 2025: Juara 1 National Essay Competition Sentosa Foundation di Lombok dan Winner AI & Robotics sekaligus Best Startup pada perhelatan internasional Singapore Week of Innovation and Technology (SWITCH) 2025 di Marina Bay Sands, Singapura.
Pada kompetisi nasional di Lombok, karya ilmiah Rafly tentang pengembangan algoritma kecerdasan buatan yang berfokus pada isu teknologi dan lingkungan dinilai unggul di antara ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Dua pekan kemudian, inovasi yang sama membawanya melangkah lebih jauh hingga ke panggung global SWITCH 2025—sebuah forum inovasi yang mempertemukan startup, peneliti, industri teknologi, dan investor dari lebih dari 150 negara.
Para juri menilai gagasan Rafly tidak hanya orisinal, tetapi juga memiliki keberanian konsep, kematangan teknis, dan potensi aplikasi yang kuat. Capaian ini menempatkannya sebagai salah satu inovator muda Indonesia yang diperhitungkan dalam bidang kecerdasan buatan.
Sebelum memasuki dunia kemahasiswaan, Rafly telah mencatat rekam prestasi tingkat global. Dalam sebuah olimpiade daring internasional, ia pernah menembus peringkat 113 dunia, sebuah capaian yang mempertegas konsistensinya di bidang sains sejak usia muda.
“Saya ingin menunjukkan bahwa inovasi anak muda Indonesia bisa relevan dan bersaing di tingkat dunia,” ujar Rafly.
Didorong Nilai Keluarga: Pendidikan sebagai Fondasi
Lahir pada 1 Desember 2006, Rafly merupakan putra dari pasangan H. Muhammad Amir Burhan (Ogi) dan Hartini Amir. Sejak kecil, kedua orang tuanya menanamkan nilai disiplin, rasa ingin tahu, serta kebiasaan belajar yang teratur. Dari rumah, ia belajar bahwa pencapaian bukan hanya tentang menjadi yang terbaik, tetapi tentang memberi manfaat melalui ilmu.
Ayahnya, H. Muhammad Amir Burhan (Ogi), menyampaikan bahwa prestasi ini bukan datang dengan tiba-tiba.
“Sejak SD, Rafly memang tekun belajar. Kami hanya mendukung sebisanya. Melihat dia bisa berkembang sejauh ini, tentu kami bangga. Tapi bagi kami, yang terpenting adalah dia tetap rendah hati dan terus belajar,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa setiap capaian yang diraih anaknya adalah amanah.
“Kami selalu berpesan, ilmu itu harus digunakan untuk kebaikan. Kalau bisa mengangkat nama Pinrang dan Indonesia, itu sudah lebih dari cukup bagi kami.”

Awal Perjalanan: Disiplin dan Konsistensi
Rafly menempuh pendidikan di SDN Inpres Bentennge Pinrang, SMP Negeri 8 Pinrang, dan SMA Negeri 1 Pinrang. Di ketiga jenjang tersebut, ia konsisten meraih peringkat teratas serta aktif mengikuti lomba olimpiade sains. Masa sekolah menjadi fase pembentukan karakter akademiknya—meski sederhana, jalur pendidikannya menunjukkan bahwa kualitas belajar tidak ditentukan oleh lokasi, melainkan oleh ketekunan.
Peran sebagai Inovator Muda
Di luar dunia akademik, Rafly mengembangkan startup bernama Raftech Advanced System, yang berfokus pada riset teknologi dan pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan. Melalui dokumentasi aktivitasnya, tampak bahwa ia telah terlibat dalam berbagai pertemuan riset, termasuk kerja sama dengan Yayasan Kesehatan Pertamina, observasi perangkat medis di MRCCC Siloam Semanggi, hingga diskusi strategis dengan tokoh nasional di bidang sumber daya alam dan teknologi.
Pada 2022, ia juga terpilih sebagai Duta Pelajar Intelegensia Kabupaten Pinrang, memperkuat rekam jejak kepemimpinannya di dunia kepemudaan.
Inspirasi bagi Generasi Muda Daerah
Perjalanan Rafly dari ruang kelas sekolah negeri di Pinrang menuju panggung inovasi internasional menjadi gambaran nyata bahwa generasi muda dari daerah dapat bersaing di ranah global. Prestasinya menghadirkan harapan sekaligus motivasi bagi pelajar dari berbagai pelosok Indonesia.
Dengan komitmen yang terus ia bangun, Rafly tidak hanya mengharumkan nama Pinrang dan UI, tetapi juga membuka ruang inspirasi bagi anak-anak muda lain untuk berani bermimpi besar dan berkiprah lebih jauh.
Tim Redaksi Suara Bumi Lasinrang
Foto: Istimewa











