PINRANG – Kabar bahagia menyelimuti Bumi Lasinrang. Senyum syukur terpancar dari wajah ratusan calon jamaah haji saat memadati Masjid Agung Al-Munawwir, Selasa (27/1/2026). Tahun ini, penantian panjang masyarakat Kabupaten Pinrang untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci menemui titik terang dengan adanya peningkatan jumlah jamaah yang signifikan.
Dalam acara Pembukaan Manasik Haji Kabupaten Pinrang Tahun 2026, terungkap bahwa antusiasme dan akses ibadah haji bagi warga lokal kini semakin terbuka lebar.
Angka yang Terus Bergerak Naik
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pinrang, Idris Muhammad, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 519 calon jamaah haji telah melengkapi seluruh berkas persyaratan. Angka ini dipastikan melampaui capaian tahun sebelumnya.
Namun, angka 519 bukanlah titik final. Idris menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan proses administrasi yang intensif.
“Data sementara menunjukkan peningkatan, dan kami optimistis jumlah ini masih akan bertambah seiring proses verifikasi yang masih berjalan,” ungkap Idris di sela-sela kegiatan manasik.
Regulasi Baru, Harapan Baru
Meningkatnya jumlah jamaah ini bukan sekadar faktor kebetulan. Bupati Pinrang, H.A. Irwan Hamid, S.Sos, yang hadir langsung membuka kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa ada perubahan regulasi yang sangat menguntungkan masyarakat Pinrang.
Salah satu poin krusial adalah penyesuaian waktu tunggu yang kini disetarakan dengan daerah lain, sehingga menciptakan rasa keadilan bagi calon jamaah di Sulawesi Selatan.
“Ini tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kesempatan menunaikan ibadah haji kini semakin terbuka dan merata, sehingga harapan masyarakat untuk berangkat ke Tanah Suci dapat terwujud,” ujar Bupati Irwan dengan nada penuh syukur.
Pesan Menyentuh: Jaga Fisik di Tengah Cuaca Hangat
Selain membawa kabar baik soal kuota, Bupati Irwan juga memberikan perhatian khusus pada aspek kemanusiaan dan kesehatan. Mengingat prakiraan cuaca di Arab Saudi yang cenderung hangat pada musim haji 2026, ia meminta jamaah tidak abai terhadap kondisi fisik.
Ia mengingatkan bahwa haji adalah ibadah fisik yang menuntut ketahanan ekstra. Beliau berharap jamaah tidak hanya fokus pada ritual, tapi juga pada manajemen kesehatan pribadi agar ibadah tetap berjalan khusyuk.
“Kesempatan ini adalah momen yang sangat langka dan tidak semua umat Muslim mendapatkannya. Olehnya itu, manfaatkan sebaik mungkin untuk beribadah dengan khusyuk,” pesan Bupati Irwan kepada para jamaah.
Pelayanan Petugas: Sebuah Amanah Besar
Demi memastikan kenyamanan jamaah selama di Tanah Suci, Pemerintah Kabupaten Pinrang menekankan peran krusial para petugas haji dan tenaga medis. Bupati menegaskan bahwa keberadaan petugas bukan sekadar pendamping, melainkan pelayan tamu Allah.
“Kehadiran petugas adalah untuk melayani jamaah, baik dari sisi kesehatan maupun dalam memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan baik. Ini adalah amanah besar demi kenyamanan dan keselamatan jamaah kita,” tegasnya.
Kegiatan manasik ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, serta jajaran unsur terkait lainnya. Kehadiran para stakeholder ini mempertegas komitmen bersama untuk memberikan pemberangkatan yang aman, nyaman, dan mabrur bagi seluruh jamaah asal Kabupaten Pinrang.
Laporan: Satrio, Muhas, Fitrah
Editor: Redaksi SBL



























