PINRANG – Keberangkatan menuju Tanah Suci seringkali diwarnai rasa haru sekaligus kekhawatiran bagi para calon jamaah haji, terutama terkait kondisi kesehatan dan kendala komunikasi di negeri orang. Menjawab kecemasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang memastikan bahwa warga Bumi Lasinrang tidak akan berjuang sendirian saat menunaikan rukun Islam kelima tahun ini.
Bupati Pinrang, H.A. Irwan Hamid, S.Sos, secara resmi melepas para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi asal Kabupaten Pinrang. Dalam pertemuan tersebut, ia menitipkan harapan besar agar para petugas menjadi “pelayan” yang tulus bagi para tamu Allah, khususnya bagi jamaah asal Pinrang yang membutuhkan pendampingan ekstra.
Amanah Besar di Balik Seragam Petugas
Bagi Bupati Irwan, tugas yang diemban oleh PPIH bukanlah sekadar perjalanan dinas biasa. Ia menekankan bahwa posisi ini adalah amanah suci yang memiliki dimensi ibadah yang sangat kental.
“Menjadi petugas penyelenggara ibadah haji bukanlah tugas biasa, melainkan amanah besar yang bernilai ibadah karena melayani tamu-tamu Allah SWT. Olehnya itu, saya meminta para petugas menjalankan tugas dengan sepenuh hati, penuh keikhlasan, dan mengedepankan pelayanan terbaik kepada jamaah,” tegas Bupati Irwan.
Langkah ini diambil mengingat adanya peningkatan kuota jamaah dari Kabupaten Pinrang tahun ini. Lonjakan jumlah jamaah tersebut menuntut kesiagaan petugas yang lebih intensif agar kekhusyukan ibadah tetap terjaga tanpa kendala teknis yang berarti.
“Jumlah jamaah haji asal Kabupaten Pinrang tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Tentu ini membutuhkan kesiapan dan pelayanan yang lebih maksimal agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan khusyuk,” tambah Irwan.
Sentuhan “Budaya Lokal” di Makkah dan Madinah
Salah satu tantangan terbesar jamaah haji Indonesia, khususnya lansia, adalah hambatan bahasa dan adaptasi budaya. Kehadiran petugas yang berasal dari daerah yang sama diharapkan menjadi jembatan emosional yang memberikan rasa aman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, Idris Muhammad, menjelaskan bahwa keberadaan PPIH asal Pinrang di sektor-sektor vital seperti kesehatan di Makkah dan Madinah akan sangat membantu psikologis jamaah.
“Dengan adanya petugas asal Pinrang, jamaah akan lebih mudah berkomunikasi dan merasa lebih nyaman karena dilayani oleh petugas yang berasal dari daerah yang sama,” ungkap Idris.
Siapkan Tenaga Medis: Dua Dokter dan Dua Perawat
Fokus utama pendampingan tahun ini adalah pada sektor kesehatan. Muh. Ruslan, salah satu PPIH yang akan berangkat, merincikan bahwa tim kecil ini terdiri dari tenaga profesional yang sudah siap diterjunkan ke titik-titik krusial.
- Sektor Kesehatan Makkah: Akan diperkuat oleh dua orang dokter dan dua orang perawat asal Pinrang.
- Sektor Madinah: Akan ditempatkan satu orang apoteker untuk memastikan ketersediaan dan distribusi obat-obatan bagi jamaah.
“Total PPIH asal Kabupaten Pinrang berjumlah lima orang,” jelas Ruslan. Sebelum terbang ke Arab Saudi, para petugas ini akan menjalani pembekalan intensif. “Seluruh PPIH akan terlebih dahulu bergabung dengan PPIH se-Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi yang direncanakan pada 15 April 2026 mendatang.”
Harapan untuk Musim Haji 2026
Melalui sinergi antara kesiapan petugas medis dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Pemkab Pinrang optimis penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M ini akan lebih berkualitas. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan respons cepat terhadap segala kebutuhan jamaah, mulai dari urusan kesehatan hingga bimbingan ibadah, sehingga seluruh jamaah Pinrang dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur dalam kondisi sehat walafiat.
Foto : Satrio / Muhas










