PINRANG, SBL – Halaman Kantor Bupati Pinrang yang biasanya menjadi pusat administrasi, berubah menjadi lautan putih. Ribuan masyarakat dari 12 kecamatan tumpah ruah, bukan untuk menyaksikan hingar-bingar konser musik, melainkan untuk bersimpuh dalam Tabligh Akbar memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pinrang ke-66.
Di bawah tema “Sinergi Tumbuh Pinrang Tangguh”, perayaan tahun ini meninggalkan kesan mendalam. Pemerintah daerah memutuskan untuk mengubah tradisi; mengganti panggung hiburan dengan panggung syiar, dan mengubah euforia menjadi refleksi spiritual yang menyentuh hati rakyat kecil.
Pilihan Hati: Mengutamakan Tausiah di Atas Hiburan
Bupati Pinrang, H. Andi Irwan Hamid, S.Sos, secara tegas melakukan gebrakan dengan mengubah konsep perayaan tahunan ini. Baginya, di usia ke-66, Pinrang membutuhkan lebih banyak bimbingan spiritual dibandingkan sekadar hiburan sesaat.
“Setiap ada kegiatan ulang tahun atau apapun yang selalu dipanggil artis makanya saya coba rubah dengan kegiatan yang seperti ini lebih baik kita mendengarkan ceramah agama inilah rangkaian kegiatan jadi tidak ada lagi artis yang diundang di dalam ulang tahun yang diundang adalah ustaz,” ungkap Bupati Irwan Hamid di hadapan ribuan jemaah.
Sinergi Lintas Sektor: Kehadiran Tokoh dan Pemimpin Daerah
Kekhidmatan acara ini semakin terasa dengan kehadiran jajaran pemimpin daerah yang duduk berdampingan dengan masyarakat. Hadir mendampingi Bupati yakni Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, serta Ketua DPRD Kabupaten Pinrang.
Dukungan penuh juga ditunjukkan oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Pinrang, yang hadir mulai dari Kapolres Pinrang, Dandim 1404 Pinrang, Kepala Kejaksaan Negeri Pinrang, hingga Ketua Pengadilan Agama Pinrang. Kehadiran para pimpinan instansi vertikal ini mempertegas soliditas kepemimpinan dalam membangun Bumi Lasinrang.
Tak hanya pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat dan agama pun turut memadati panggung kehormatan. Hadir putra daerah sekaligus donatur utama acara, Ir. H. Karya Hasanuddin, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Andi Sri Widyati Irwan, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, hingga para pimpinan BUMN dan BUMD. Suasana religi diperkuat dengan kehadiran Kepala Kantor Kemenag Pinrang, Ketua MUI Pinrang, serta beberapa Pimpinan Pondok Pesantren.
Ketegaran Ustadz Das’ad Latif: Ceramah dalam Balutan Duka
Momen yang paling menyentuh perasaan jemaah adalah kehadiran penceramah kondang, Ustadz Dr. H. Das’ad Latif. Meski hadir dengan gaya khasnya yang jenaka, terselip wajah duka yang mendalam. Ustadz Das’ad baru saja kehilangan saudara kandungnya, namun komitmennya pada warga Pinrang membuatnya tetap teguh melangkah ke podium.
Ir. H. Karya Hasanuddin menceritakan betapa besarnya tekad beliau.
“Beliau sebenarnya agak berat untuk hadir tapi karena Pak Bupati yang datang ke tempatnya beliau kemarin sehingga beliau bilang ‘Tidak bisa saya harus datang walaupun mungkin saya berceramah sambil berduka’,” tutur H. Karya.
Dalam tausiahnya, Ustadz Das’ad mengirimkan pesan kuat tentang persatuan. Ia mengingatkan bahwa keberagaman suku di Pinrang—baik Patinjo, Bugis, Jawa, maupun Makassar—adalah kekuatan yang tidak boleh terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan politik.
Bakti Putra Daerah: Drone Pertanian untuk “Wong Cilik”
Kebahagiaan warga kian lengkap dengan adanya aksi nyata dari Ir. H. Karya Hasanuddin. Ia tidak sekadar hadir, tetapi membawa “hadiah” teknologi bagi para petani Pinrang berupa unit drone pertanian senilai ratusan juta rupiah yang diproduksi bekerja sama dengan teknisi Korea.
Bupati Irwan Hamid menjelaskan manfaat praktisnya:
“Drone tadi ini multifungsi ini bisa dipakai untuk pemupukan lewat drone dan bisa juga mendeteksi lubang-lubang tikus yang ada di persawahan ini banyak sekali kegunaannya.”
Tangis Haru Guru Mengaji: Hadiah Umrah di Tengah Keterbatasan
Di saat anggaran daerah mengalami efisiensi fiskal, solidaritas antara pemerintah dan Ir. H. Karya Hasanuddin membuahkan hasil manis bagi para pejuang agama. Enam orang terpilih—mulai dari pegawai syara hingga guru mengaji—mendapatkan hadiah Umrah gratis untuk keberangkatan tahun 2026.
Mereka adalah Bapak Alimuddin (Mattiro Sompa), Bapak Abdul Halim (Mattiro Bulu), Ibu Muhlisa, S.Pd. (Lanrisang), Bapak Mustaqim (Watang Sawitto), Bapak Hama (Lembang), dan Bapak Abdullah Adam, S.T. (Suppa). Tangis haru menyelimuti halaman kantor bupati saat nama-nama mereka diumumkan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi membina umat.
Tarhib Ramadan: Bersiap Menuju Bulan Suci
Tabligh Akbar ini juga menjadi momentum Tarhib Ramadan. Ketua Tim Penggerak PKK Pinrang, Hj. Andi Sri Widyati Irwan, berharap pesan perdamaian ini menjadi bekal bagi warga.
“Kami akan usahakan rukun selalu tidak ada sekat-sekat selalu tidak ada musuh-musuhan lagi… mari kita bersama-sama kembali untuk membangun Kabupaten Pinrang lebih baik dari sekarang,” pungkasnya.
Acara yang dibuka dengan lantunan ayat suci dari Qariah terbaik Pinrang, Lisda Wulandari, dan disambut meriah oleh rebana Majelis Taklim Al-Munawir ini, ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan seluruh masyarakat Kabupaten Pinrang.






























Laporan: Redaksi Radio Suara Bumi Lasinrang (SBL)
Foto: BagianProtpim/Wawan