PINRANG — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Agung Al Munawwir, Kabupaten Pinrang, pada pelaksanaan salat tarawih perdana menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2). Momen istimewa ini dihadiri langsung oleh Bupati Pinrang, H. Andi Irwan Hamid, S.Sos., yang membawa pesan mendalam tentang pentingnya merawat kepekaan sosial di tengah masyarakat.
Di hadapan para jemaah, Bupati Irwan mengajak seluruh warga untuk menjadikan Ramadan bukan sekadar bulan ibadah ritual, melainkan momentum emas untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Ia secara khusus menyoroti pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan empati terhadap sesama yang kurang beruntung.
“Mari kita berbagi rezeki dengan sesama, membantu kaum duafa, dan meringankan beban masyarakat kita yang kemampuan ekonominya di bawah standar rata-rata,” tutur Bupati Irwan dalam sambutannya.
Menurutnya, kepedulian sosial yang dipupuk selama bulan puasa akan membawa dampak luar biasa bagi kehidupan bermasyarakat. Rasa empati dinilai mampu memperkuat persatuan, menciptakan suasana yang harmonis, serta membangun solidaritas antarwarga di Kabupaten Pinrang.
Lebih lanjut, Bupati Irwan juga mengingatkan komitmennya yang sudah dibangun sejak awal menjabat untuk terus mengajak warga memakmurkan masjid. Ia berharap Masjid Agung Al Munawwir dapat menjadi teladan dalam pelaksanaan ibadah berjemaah bagi masjid-masjid lain yang tersebar di 12 kecamatan. Ia pun mengimbau warga untuk terus memenuhi masjid dengan kegiatan salat, membaca Al-Qur’an, dan berzikir.
Edukasi Singkat Terkait Data BPJS
Sebagai pelengkap pada momentum silaturahmi akbar tersebut, Bupati Irwan menyempatkan diri memberikan edukasi dan meluruskan polemik terkait penonaktifan kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sempat menjadi perbincangan warga.
Ia menjelaskan secara transparan bahwa sekitar 23.000 warga Pinrang dikeluarkan dari daftar penerima bantuan gratis tersebut murni berdasarkan pembaruan data dan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikirim ke pusat. Berdasarkan catatan BPS, puluhan ribu warga tersebut kini telah dikategorikan sebagai keluarga mampu.
Kebijakan ini juga berlaku bagi masyarakat yang kini telah berstatus sebagai P3K Paruh Waktu. Mereka yang telah menerima SK secara administratif masuk dalam kategori mampu karena telah berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah penertiban data ini ditegaskan oleh bupati dilakukan untuk memastikan agar bantuan kesehatan dari pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dirasakan oleh warga yang paling membutuhkan.
Menutup sambutannya, Bupati Pinrang kembali merangkul masyarakat untuk mengisi Ramadan dengan berbagai kegiatan positif, mulai dari memperbanyak sedekah, tadarus Al-Qur’an, hingga bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
Pemerintah Daerah berharap, bulan suci tahun ini dapat menjadi momentum perbaikan diri secara spiritual sekaligus memperkuat kebersamaan, sehingga keberkahan Ramadan mewarnai seluruh sendi kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Pinrang secara luas.















