PINRANG – Tren permainan water gel blaster yang tengah populer di berbagai kota di Indonesia kini juga merambah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Di kalangan anak muda, permainan ini menjadi hobi baru yang menghadirkan sensasi permainan taktis layaknya simulasi pertempuran, namun menggunakan peluru gel berbahan air yang relatif aman.
Meski demikian, tren tersebut juga memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pasalnya, tidak sedikit remaja yang memainkan water gel blaster di jalanan bahkan sambil mengendarai sepeda motor secara berkelompok. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Berangkat dari keresahan tersebut, komunitas Lasinrang WGB mengambil langkah berbeda. Melalui inisiatif Erwin selaku penggagas komunitas, mereka menghadirkan arena Fun War yang digelar di kawasan Exotico Cafe, sebagai ruang bermain yang lebih aman dan terorganisir bagi para penggemar water gel blaster.
Erwin mengatakan, tren permainan ini sulit untuk dibendung karena sudah menjadi bagian dari gaya hobi anak muda saat ini. Karena itu, menurutnya, pendekatan yang lebih tepat adalah mengarahkannya ke aktivitas yang aman dengan aturan yang jelas.
“Tren ini memang sedang berkembang di banyak kota. Daripada dimainkan di jalanan dan berisiko, kami mencoba mengarahkannya ke arena khusus seperti ini. Jadi tetap seru, tapi juga aman dan tertib,” ujar Erwin saat ditemui di lokasi kegiatan.
Kegiatan Fun War Lasinrang WGB ini mulai digelar sejak 9 Maret 2026 setelah salat tarawih. Arena permainan disiapkan secara khusus di area Exotico Cafe, lengkap dengan pembagian tim, rintangan permainan, serta aturan keselamatan yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta.
Menariknya, kegiatan ini menjadi arena dan ajang fun war pertama di Kabupaten Pinrang yang disiapkan secara terbuka untuk komunitas maupun masyarakat umum. Peserta juga dapat mengikuti permainan ini secara gratis, sehingga menarik minat banyak anak muda untuk datang dan mencoba.
Nuansa Ramadan 1447 Hijriah juga terasa kuat dalam kegiatan tersebut. Setelah melaksanakan ibadah tarawih, para peserta dan pengunjung memanfaatkan waktu malam Ramadan untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus menikmati aktivitas komunitas yang positif. Suasana malam di area kafe dipenuhi semangat kebersamaan, tawa para peserta, serta antusiasme penonton yang ikut menyaksikan jalannya permainan.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya MAROA Project, Peace Production, serta Radio Suara Bumi Lasinrang (SBL) yang bertindak sebagai media partner. Selain itu, sejumlah fotografer asal Pinrang juga ikut berpartisipasi mendokumentasikan momen-momen seru selama permainan berlangsung, mulai dari strategi tim di arena hingga ekspresi kegembiraan para peserta.
Kehadiran para fotografer ini sekaligus menambah semarak kegiatan, karena hasil dokumentasi diharapkan dapat menjadi arsip komunitas sekaligus memperkenalkan aktivitas positif anak muda Pinrang kepada masyarakat luas melalui media sosial.
Salah satu selebgram asal Pinrang, Kakarasya, yang turut meramaikan kegiatan tersebut mengaku senang bisa terlibat langsung dalam keseruan Fun War Lasinrang WGB.
Menurutnya, konsep arena khusus seperti ini menjadi solusi positif agar tren permainan water gel blaster tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Seru sekali karena kita bisa main bareng teman-teman dalam suasana yang aman dan teratur. Apalagi ini digelar di bulan Ramadan, jadi setelah tarawih ada kegiatan positif untuk anak muda di Pinrang,” kata Kakarasya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi wadah bagi komunitas untuk berkumpul, menyalurkan hobi, sekaligus mempererat persaudaraan.
Rencananya, Fun War Lasinrang WGB di Exotico Cafe masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan selama momentum Ramadan, dengan jadwal permainan yang dimulai setiap malam setelah salat tarawih.
Selain menghadirkan hiburan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat bahwa tren permainan water gel blaster dapat diarahkan menjadi aktivitas komunitas yang aman, tertib, dan bermanfaat bagi generasi muda.
Redaksi Radio Suara Bumi Lasinrang.
Foto: Wawan Pradinata Putra