PINRANG โ€” LPPL Radio Suara Bumi Lasinrang (SBL) menjadi ruang belajar bagi 16 siswa SMA Aisyiyah Boarding School Pinrang untuk mengenal lebih dekat dunia penyiaran dan jurnalistik, Jumat (28/8/2026).

Didampingi guru, para siswa mengikuti kunjungan belajar yang dikolaborasikan dengan program Jumat Ceria Radio SBL. Kegiatan dirancang sebagai pembelajaran kontekstual agar siswa tidak hanya mengenal radio secara teori, tetapi juga melihat langsung proses produksi konten, berkomunikasi di ruang studio, melakukan wawancara, serta memahami pentingnya menyampaikan informasi berdasarkan fakta.

Ada pengalaman menarik ketika para siswa pertama kali memasuki lingkungan studio Radio SBL. Sebagian sebelumnya membayangkan studio radio sebagai ruang teknis yang dipenuhi perangkat elektronik, kabel, dan berbagai peralatan penyiaran.

Namun, bayangan tersebut berubah setelah melihat langsung ruang-ruang studio SBL yang ditata estetik dan nyaman. Karena selama proses pembelajaran di sekolah para siswa tidak diperkenankan menggunakan telepon seluler, dokumentasi momen tersebut dilakukan menggunakan telepon seluler milik guru pendamping.

Beberapa siswa tampak antusias ketika diberi kesempatan mengabadikan suasana studio. Mereka bergantian berfoto di sejumlah sudut ruangan yang menarik perhatian.

Momen sederhana tersebut menjadi bagian dari pengalaman mereka mengenal wajah radio yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang siaran, tetapi juga berkembang menjadi ruang kreatif untuk produksi berbagai jenis konten.

Mengenal Proses di Balik Siaran

Dalam sesi pengenalan, tim Radio SBL menjelaskan fungsi radio sebagai media informasi, edukasi, hiburan, sekaligus sarana komunikasi publik.

Para siswa diperkenalkan pada alur kerja penyiaran, mulai dari perencanaan program dan materi, pembagian peran kru, hingga proses produksi dan penyampaian informasi kepada pendengar.

Mereka juga mengikuti sesi behind the scene dengan melihat langsung sejumlah fasilitas dan perangkat yang digunakan dalam aktivitas penyiaran, seperti mikrofon, mixer, komputer playout, serta ruang studio.

Dari sesi tersebut, siswa mendapat gambaran bahwa sebuah program radio tidak hanya bergantung pada penyiar. Di balik suara yang terdengar di udara terdapat proses persiapan materi, pengoperasian perangkat, koordinasi, ketelitian, dan kerja sama tim.

Belajar Berkomunikasi melalui Podcast

Puncak kegiatan diisi dengan podcast edukasi bertema โ€œDari Sekolah ke Studio: Belajar Berkomunikasi, Berkarya dan Menyampaikan Fakta.โ€

Podcast dipandu Miah Jufri dengan menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Pinrang sekaligus penanggung jawab yayasan, Sitti Fatimah Muin, Kepala SMA Aisyiyah Boarding School Pinrang Sitti Rahmah, serta perwakilan siswi.

Diskusi membahas pentingnya kemampuan literasi dan komunikasi bagi pelajar. Sitti Fatimah Muin menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca, menulis, dan berpikir kritis sebagai dasar bagi siswa dalam menyampaikan gagasan.

Pihak sekolah juga memandang pengalaman belajar langsung di lingkungan media sebagai bagian dari pembelajaran yang dapat melengkapi proses pendidikan di kelas.

Direktur Utama LPPL Radio Suara Bumi Lasinrang, Fajar Bakri, turut berdialog dengan para siswa. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, mulai dari proses kerja media dan penyiaran, komunikasi di depan mikrofon, hingga bagaimana memastikan informasi yang akan disampaikan kepada publik benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Suasana diskusi berlangsung santai dan interaktif. Siswa tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif bertanya dan menyampaikan pandangan mereka.

Mengenal Dasar Wawancara Jurnalistik

Selain podcast, Radio SBL memberikan kelas singkat mengenai teknik wawancara jurnalistik.

Para siswa diperkenalkan pada cara menentukan tujuan wawancara, menyusun pertanyaan terbuka, menerapkan prinsip 5W+1H, mendengarkan jawaban narasumber secara aktif, serta mencatat informasi penting.

Mereka juga diajak memahami perbedaan antara fakta, pendapat, pengalaman, dan kesimpulan. Pemahaman tersebut penting agar informasi yang diperoleh dari narasumber dapat dituangkan kembali secara akurat tanpa mengubah makna.

Materi tersebut sekaligus menjadi latihan bagi siswa untuk membangun keberanian berkomunikasi, kemampuan menyusun pertanyaan, serta keterampilan mengolah informasi.

Dari Pengalaman Menjadi Karya

Pada sesi refleksi, para siswa diajak merangkum pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan. Hasil pembelajaran tersebut dapat dikembangkan menjadi catatan wawancara, laporan kunjungan, artikel, maupun teks editorial berbasis fakta.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dari Kepala SMA Aisyiyah Boarding School Pinrang kepada LPPL Radio Suara Bumi Lasinrang sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Radio SBL dalam memfasilitasi pembelajaran di luar kelas.

Selanjutnya, siswa, guru pendamping, dan tim Radio SBL mengikuti sesi foto bersama.

Kunjungan ini diharapkan menjadi bagian dari kolaborasi yang terus berkembang antara dunia pendidikan dan media. Bagi siswa, pengalaman tersebut memberikan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana media bekerja sekaligus memahami bahwa keterampilan komunikasi dan literasi informasi merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Dari ruang kelas menuju studio, para siswa tidak hanya mengenal bagaimana radio bekerja, tetapi juga belajar bahwa menyampaikan informasi membutuhkan kemampuan mendengar, memahami, memeriksa fakta, dan bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan.

Kareba Madeceng Pole Penrang โ€” Suara Pinrang, Suara Kita!