PINRANG โ€” Warga Pinrang dan daerah sekitar Ajatappareng kini memiliki alternatif konektivitas laut menuju Kalimantan melalui layanan Long Distance Ferry (LDF) lintasan Parepareโ€“Balikpapan.

Layanan yang dioperasikan PT Jembatan Nusantara (JN), anak usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), ini menjadi salah satu jalur penting untuk menghubungkan mobilitas penumpang sekaligus distribusi kendaraan dan logistik antara Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.

22 Jam Pelayaran Parepareโ€“Balikpapan

Lintasan Parepareโ€“Balikpapan memiliki jarak sekitar 250 mil laut, dengan waktu pelayaran kurang lebih 22 jam dalam kondisi cuaca baik.

Dari Parepare, KMP Swarna Bahtera melayani keberangkatan setiap Rabu dan Sabtu pukul 07.00 WITA. Jadwal tersebut dapat berubah menyesuaikan kondisi cuaca dan operasional.

Kapal ini memiliki kapasitas hingga 321 penumpang, 100 kendaraan roda dua, 30 kendaraan kecil, 15 truk sedang, 4 truk besar, serta 9 unit tronton.

Pilihan Perjalanan bagi Perantau Bugis

Bagi masyarakat Ajatappareng, keberadaan rute ini bukan hanya soal mengangkut kendaraan dan barang. Jalur Parepareโ€“Balikpapan juga menjadi salah satu pilihan perjalanan bagi perantau Bugis dari Pinrang, Parepare, Sidrap, Barru dan daerah sekitarnya yang memiliki aktivitas maupun keluarga di Pulau Kalimantan.

Dengan satu kapal yang dapat mengangkut penumpang sekaligus kendaraan dan angkutan logistik, distribusi barang antarpulau dapat dilakukan lebih terintegrasi.

Dukung Distribusi Logistik dan Kurangi Beban Jalan

Layanan LDF juga dinilai dapat membantu mengurangi beban jalan raya akibat tingginya volume kendaraan angkutan barang, termasuk kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Load (ODOL). Pengalihan sebagian angkutan ke jalur laut turut berpotensi menekan kemacetan dan emisi kendaraan di jalan.

Bagi masyarakat Pinrang dan Ajatappareng, konektivitas laut Parepareโ€“Balikpapan bukan sekadar perjalanan dari satu pulau ke pulau lain. Jalur ini menjadi bagian dari akses yang mempertemukan orang, kendaraan, barang, dan keluarga yang terpisah jarak antarpulau.

Layanan LDF pun menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas maritim sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Indonesia tengah dan timur.

Foto: Suara Bumi Lasinrang/Ihsan Mustakim