PINRANG — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan pernapasan di tengah penurunan kualitas udara yang sempat terjadi di sejumlah wilayah serta meningkatnya aktivitas influenza secara nasional.
Melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4/13819/DINKES tertanggal 7 Oktober 2026 tentang Kewaspadaan terhadap Influenza, pemerintah meminta bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan melakukan langkah pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Edaran tersebut merujuk pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengenai peningkatan konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang pada periode tertentu menyebabkan perubahan kualitas udara dari kategori sedang menjadi tidak sehat.
Masyarakat Diminta Gunakan Masker
Dalam edaran tersebut, masyarakat dianjurkan menggunakan masker ketika berada di luar rumah maupun di tempat ramai, terutama saat kualitas udara memburuk.
Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, serta menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku.
Selain itu, kebutuhan cairan tubuh dianjurkan tetap tercukupi untuk mencegah dehidrasi.
Saat beraktivitas di bawah terik matahari, masyarakat diminta menggunakan perlindungan seperti payung atau topi serta mengenakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat.
Daya tahan tubuh juga perlu dijaga melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga ringan, serta waktu istirahat yang cukup.
Warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Imbauan tersebut juga disampaikan secara resmi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes.
“Jaga diri, jaga keluarga, jaga lingkungan. Sulawesi Selatan sehat, masyarakat terlindungi,” kata Evi sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Aktivitas Influenza Nasional Sedang Meningkat
Di sisi lain, peningkatan kewaspadaan berlangsung ketika aktivitas influenza secara nasional juga menunjukkan kenaikan.
Kementerian Kesehatan RI melaporkan aktivitas influenza berada pada kategori sedang dan hingga kini masih dalam kondisi terkendali.
Data surveilans yang diperbarui hingga awal Oktober menunjukkan peningkatan proporsi spesimen yang terdeteksi positif influenza. Namun Kementerian Kesehatan menegaskan angka tersebut merupakan hasil pemeriksaan pada sistem surveilans, bukan persentase penduduk Indonesia yang menderita influenza.
Dengan demikian, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik.
PM2.5 dan Influenza Berbeda
Perlu dipahami bahwa penurunan kualitas udara akibat PM2.5 dan influenza merupakan dua kondisi yang berbeda.
PM2.5 adalah partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Sementara influenza merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus influenza.
Karena itu, peningkatan konsentrasi PM2.5 tidak berarti menjadi penyebab langsung influenza.
Namun keduanya sama-sama berkaitan dengan kesehatan saluran pernapasan sehingga langkah seperti penggunaan masker, menjaga kebersihan, mengurangi paparan udara buruk serta menjaga kondisi tubuh menjadi semakin penting.
Kualitas Udara Sulsel Perlu Terus Dipantau
Pemantauan BMKG dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kualitas udara di Sulawesi Selatan dapat berubah dari waktu ke waktu.
Pada salah satu pengamatan PM2.5 yang ditampilkan BMKG pada 9 Oktober 2026, Stasiun Maros mencatat konsentrasi sekitar 69,4 mikrogram per meter kubik, yang berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan klasifikasi BMKG.
Kondisi tersebut tidak otomatis menggambarkan kualitas udara di seluruh kabupaten/kota Sulawesi Selatan karena konsentrasi polutan dapat berbeda menurut lokasi dan waktu.
Untuk Kabupaten Pinrang, belum terdapat angka pengukuran PM2.5 lokal yang dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa kualitas udara saat ini berada dalam kategori tertentu.
Karena itu, masyarakat Pinrang dianjurkan mengikuti perkembangan informasi resmi BMKG dan memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas luar ruang dalam waktu lama.
Warga Pinrang Diminta Tidak Panik
Edaran Pemprov Sulsel tidak berarti masyarakat harus menghentikan seluruh aktivitas.
Langkah yang paling penting adalah menyesuaikan aktivitas dengan kondisi udara dan kondisi kesehatan masing-masing.
Anak-anak, lanjut usia, masyarakat dengan gangguan pernapasan, serta mereka yang banyak bekerja di luar ruangan perlu memberikan perhatian lebih terhadap paparan udara yang buruk.
Apabila muncul keluhan seperti sesak napas, batuk yang semakin berat, demam tinggi, atau kondisi tubuh terus memburuk, masyarakat disarankan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa peningkatan influenza yang sedang terjadi masih dapat dikendalikan dan masyarakat diharapkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengikuti informasi dari sumber resmi.
Radio Suara Bumi Lasinrang mengimbau masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi mengenai influenza maupun kualitas udara yang sumbernya belum terverifikasi dan selalu merujuk informasi resmi pemerintah, Kementerian Kesehatan, serta BMKG.
Suara Pinrang, Suara Kita!
Berita
Berita
Berita 