PINRANG โ Kesempatan untuk mengembangkan kompetensi tidak selalu datang dua kali. Namun, bagi dua guru SMA Negeri 1 Pinrang, kegagalan pada proses seleksi justru menjadi bagian dari perjalanan untuk kembali mencoba hingga akhirnya berhasil mengikuti program pengembangan profesional guru pada bidang numerasi dan disiplin literasi.
Kisah tersebut dibagikan Riesti Dian Pertiwi Hasary (Rey) dan Atmayurid Mansyur (Miss Urhy), dua guru SMAN 1 Pinrang, dalam Podcast Jumat Ceria Radio Suara Bumi Lasinrang (18/09).
Keduanya mengikuti program yang melibatkan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP, serta Monash University. Dalam proses seleksinya, mereka harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari seleksi administrasi, persyaratan kemampuan bahasa Inggris, hingga wawancara.
Rey yang merupakan guru Geografi dan telah mengajar di SMAN 1 Pinrang sejak 2010, memilih bidang numerasi. Sementara Miss Urhy yang mengajar Bahasa Inggris mengambil bidang disiplin literasi.
Keduanya mengaku telah lama memiliki kebiasaan mencari informasi mengenai berbagai program pengembangan diri dan beasiswa. Kesempatan mengikuti program tersebut kemudian mereka perjuangkan bersama.
Sempat Gagal, Kembali Mencoba
Perjalanan menuju program tersebut tidak berlangsung mulus.
Keduanya sebelumnya pernah mengikuti proses seleksi, tetapi belum berhasil melewati tahap wawancara. Pada kesempatan berikutnya, mereka kembali mempersiapkan diri hingga akhirnya berhasil terpilih.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pelajaran penting yang mereka bawa dari proses seleksi.
Bagi mereka, kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Justru dari kegagalan tersebut, persiapan diperbaiki, kemampuan bahasa Inggris diasah, dan kesempatan berikutnya kembali dicoba.
Bahkan, proses seleksi sempat menghadirkan pengalaman tidak biasa bagi Rey. Ketika jadwal wawancara melalui Zoom mengalami percepatan, ia sedang berada dalam perjalanan dari kawasan IKN menuju Balikpapan. Dengan kondisi jaringan yang tidak stabil, wawancara tetap diupayakan berlangsung.
Numerasi Bukan Sekadar Angka
Dalam perbincangan tersebut, Rey menjelaskan bahwa numerasi tidak semata-mata berkaitan dengan angka atau matematika.
Menurutnya, numerasi merupakan keterampilan yang dapat digunakan dalam berbagai situasi kehidupan. Kemampuan memahami angka, data, skala, grafik hingga memperkirakan nilai suatu barang menjadi bagian dari kemampuan numerasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Perspektif tersebut menunjukkan bahwa penguatan numerasi dapat diterapkan lintas mata pelajaran, termasuk Geografi yang menjadi bidang pengajaran Rey.
Sementara itu, pengalaman dalam program disiplin literasi membawa Miss Urhy pada tantangan lain, yakni membangun kebiasaan membaca dan mengolah informasi. Dalam proses pelatihan, peserta harus membaca berbagai jurnal dan artikel, membuat rangkuman, serta menghubungkan isi bacaan dengan praktik pembelajaran sehari-hari.
Ilmu Tidak Berhenti di Ruang Pelatihan
Hal penting lainnya adalah bagaimana pengalaman tersebut akan diterapkan setelah pelatihan.
Keduanya menjelaskan bahwa peserta memiliki rencana tindak lanjut yang harus dilaporkan kepada pihak terkait. Implementasi hasil pelatihan juga diharapkan dapat dilakukan di sekolah, termasuk melalui dukungan kepala sekolah dan lingkungan komunitas pendidikan.
Bagi keduanya, kesempatan mengikuti program tersebut bukan hanya tentang pencapaian pribadi.
Guru perlu terus belajar agar dapat menjadi contoh bagi siswa. Pengalaman mengikuti program pengembangan kompetensi, menurut mereka, dapat menjadi role model sekaligus membuka wawasan siswa bahwa guru dari daerah pun memiliki kesempatan untuk berkembang hingga tingkat nasional dan internasional.
Mengajak Guru di Pinrang Tidak Membatasi Diri
Pesan yang paling kuat dari perbincangan tersebut ditujukan kepada para guru di Kabupaten Pinrang.
Rey dan Miss Urhy mengajak guru, baik yang berada di wilayah perkotaan maupun daerah, untuk tidak membatasi diri dalam mencari kesempatan pengembangan kompetensi.
Menurut mereka, informasi mengenai berbagai program pendidikan dan pengembangan profesional saat ini semakin terbuka. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk mencari informasi, mempersiapkan diri dan berani mencoba.
Miss Urhy menekankan bahwa pendidikan bukan tentang satu guru yang dianggap paling hebat, melainkan tentang bagaimana seluruh guru dapat tumbuh bersama dan saling berbagi praktik baik.
โPendidikan ini tentang semua guru yang ada di Kabupaten Pinrang. Bagaimana kita bisa tumbuh bersama.โ
Guru Inspiratif Bukan Sekadar Soal Prestasi
Di penghujung podcast, keduanya memberikan pandangan mengenai makna guru inspiratif.
Miss Urhy memaknai guru inspiratif sebagai guru yang tidak berhenti belajar dan terus ingin mengetahui hal-hal baru. Sementara Rey menekankan bahwa guru inspiratif bukan sekadar tentang banyaknya pencapaian, tetapi tentang kemampuan menjadi inspirasi dan role model bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Bagi Rey, guru yang terus bertumbuh diharapkan dapat mendorong siswanya untuk ikut bertumbuh.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penutup perbincangan: keberhasilan seorang guru bukan hanya diukur dari pencapaian yang diraih, tetapi dari seberapa jauh pengetahuan dan pengalaman tersebut dapat memberikan manfaat bagi siswa dan lingkungan pendidikan.
Podcast Jumat Ceria Radio Suara Bumi Lasinrang menghadirkan perbincangan tersebut sebagai ruang berbagi pengalaman, sekaligus membuka perspektif bahwa peluang pengembangan kompetensi guru dapat diakses oleh mereka yang mau mencari, mempersiapkan diri dan berani mencoba.
Tim Redaksi Radio SBL


