Lewati ke konten
92.4 FM Radio Suara Bumi Lasinrang • Pinrang, Sulawesi Selatan
WhatsApp Studio: 0851-2256-1992 • WITA
SUARA BUMI LASINRANG LPPL RADIO 92.4 FM • KABUPATEN PINRANG
TERKINI
ᨄᨗᨊᨗᨔᨗ ᨄᨋᨗᨈ ᨒᨚᨄᨗ

Mengenal Perahu Pinisi & Keahlian Panrita Lopi: Mahakarya Bahari Berlayar Dua Tiang Tujuh Layar: Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO

Mengenal Perahu Pinisi & Keahlian Panrita Lopi: Mahakarya Bahari Berlayar Dua Tiang Tujuh Layar: Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO

Ketika bangsa-bangsa barat masih meraba peta navigasi samudra, para pelaut Bugis-Makassar telah mengarungi lautan lepas dari Madagaskar di pesisir barat Afrika hingga Marege di benua Australia menggunakan Perahu Pinisi. Ketangguhan kapal layar kayu ini telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

📜 Kartu Khazanah & Aksara Lontara

Warisan Luhur Bugis

ᨄᨗᨊᨗᨔᨗ ᨄᨋᨗᨈ ᨒᨚᨄᨗ
Lopi Pinisi & Panrita Lopi
Makna Filosofis:
Mahakarya Bahari Berlayar Dua Tiang Tujuh Layar: Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO
Rujukan Naskah Kuno:
Epos I La Galigo & Kitab Pelayaran Maritim Amanna Gappa (Abad XVII)

Jejak Sejarah dan Nilai Kosmologi Budaya

Kapal Pinisi dibangun oleh para maestro pembuat kapal (Panrita Lopi) di pesisir Tana Beru, Bira, dan Bulukumba, dengan teknologi rancang bangun yang tidak mengandalkan gambar teknik cetak biru di atas kertas, melainkan intuisi rasa dan perhitungan geometris sakral. Ciri khas paling agung dari kapal Pinisi adalah dua tiang layar utama dan tujuh helai layar terkembang. Tujuh layar tersebut menyimbolkan bahwa nenek moyang bangsa Bugis mampu mengarungi tujuh samudra besar di dunia. Kayu besi (kayu ulin/bitti) dipotong pada hari baik yang dihitung cermat melalui naskah Lontara Pananrang. Dalam sejarah hukum maritim dunia, syahbandar Bugis Amanna Gappa pada abad ke-17 telah menuliskan kitab hukum niaga laut paling modern di zamannya yang mengatur etika pelayaran, upah anak buah kapal, dan sistem asuransi muatan laut.

“Sompe’ tennasorong lopi ri tengnga salo, sombala’ tepessu’i narekko de’ natungke’i pammase (Layar telah terkembang di tengah samudra, pantang surut perahu berbalik haluan sebelum mencapai pantai impian).”

— Pappaseng To Riolo (Petuah Bijak Leluhur Bugis)

Pilar Penting dan Fakta Terverifikasi

Berdasarkan catatan naskah Lontara dan kajian antropologi budaya Bugis, berikut adalah poin-poin penting yang patut diketahui:

📌 Tujuh Helai LayarDua tiang agung (sombala) menopang tujuh layar yang melambangkan 7 samudra dan rukun penciptaan alam.
📌 Dibuat Lambung Lebih DahuluBerbeda dengan teknik Eropa yang membuat kerangka tulang dulu, perahu Pinisi menyusun papan dinding lambung terlebih dahulu hingga rapat kedap air.
📌 Hukum Amanna GappaKitab hukum maritim pertama di Asia Tenggara yang menjamin kesetaraan hak pelaut dan keadilan niaga laut lintas negara.

📻 Merawat Khazanah Bumi Lasinrang di Udara

Saksikan dan dengarkan ulasan tematik seputar sejarah, sastra Lontara, dan falsafah Bugis melalui siaran budaya interaktif LPPL Radio Suara Bumi Lasinrang 92.40 MHz FM Pinrang.

🎙️ Dengarkan Radio SBL Streaming Sekarang

Artikel ini diterbitkan secara otomatis dan terverifikasi oleh Tim Khazanah Budaya Bugis LPPL Radio Suara Bumi Lasinrang 92.4 FM Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Pinrang. Seluruh referensi bersumber dari naskah klasik Lontara dan arsip sejarah terakreditasi.

Cover siaran SBL
LIVE 92.4 FM
Radio SBL 92.4 FM
Siaran langsung dari Pinrang