PINRANG — Perjalanan membangun usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar atau fasilitas yang lengkap. Keberanian mengambil langkah pertama, kemauan belajar, konsistensi, dan kekuatan jejaring justru menjadi bekal penting untuk bertumbuh.
Pesan tersebut disampaikan Nanda Wahdana Azhar, pemilik Nhanas Donuts sekaligus penggerak komunitas pengusaha perempuan di Pinrang, dalam podcast “Pinrang Kreatif, Pinrang Berdaya” yang disiarkan LPPL Radio Suara Bumi Lasinrang (SBL), Senin (2/11/2026).
Dalam perbincangan bersama host Mia Jufri dan Ketua Komisi B DPRD Sulsel A. Irma, Nanda membagikan pengalamannya membangun usaha yang dirintis dari rumah sejak 2016.
Menurut Nanda, salah satu keputusan penting dalam perjalanan usahanya adalah bergabung dengan komunitas dan membangun relasi bersama sesama pelaku usaha.
Dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa pertumbuhan usaha dapat berlangsung lebih cepat ketika seseorang membuka diri untuk belajar, berbagi pengalaman, dan berkolaborasi.
Nanda menuturkan bahwa keberadaan komunitas tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan bisnis, tetapi juga membuka kesempatan untuk menghadirkan dampak sosial yang lebih luas.
Melalui aktivitas TDA Perempuan Pinrang, ia bersama para anggota terlibat dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, mulai dari kelas pengembangan diri, pelatihan keterampilan, hingga kegiatan sosial.
Salah satu pengalaman yang dibagikannya adalah penyelenggaraan kelas praktik membuat roti yang dipadukan dengan penggalangan donasi bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut, menurutnya, memperlihatkan bagaimana dukungan komunitas dan mitra usaha dapat menghasilkan manfaat bersama.
Dalam diskusi itu, Nanda juga mengingatkan bahwa keterbatasan informasi bukan satu-satunya hambatan bagi calon pengusaha. Kemauan untuk belajar dan keberanian mengambil inisiatif memiliki peran yang tidak kalah penting.
Ia menilai berbagai kesempatan pembelajaran sebenarnya dapat ditemukan melalui balai latihan kerja, kegiatan pemerintah, maupun komunitas usaha. Namun, kesempatan tersebut perlu diikuti dengan kesiapan individu untuk terus mengembangkan kemampuan.
Selain penguatan keterampilan, Nanda menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial dalam memperluas pasar.
Menurutnya, media sosial bukan sekadar sarana menampilkan produk, tetapi juga ruang untuk menceritakan proses produksi, membangun kepercayaan pelanggan, dan menjaga komunikasi dengan konsumen.
Ia mendorong pelaku usaha pemula untuk konsisten membuat konten, terus berinovasi, serta menjalin kerja sama dengan kreator konten dan sesama pengusaha lokal.
Bagi Nanda, pemberdayaan perempuan juga memiliki makna yang lebih luas daripada keberhasilan bisnis secara pribadi. Ketika perempuan memiliki keterampilan, kesempatan berusaha, dan jejaring yang mendukung, manfaatnya dapat dirasakan oleh keluarga serta masyarakat sekitarnya.
“Tidak perlu menunggu sempurna untuk jalan. Berani saja, jalani, hadapi tantangannya, konsisten, inovasi, dan lakukan terus-menerus,” pesannya pada akhir perbincangan.
Kisah Nanda menjadi salah satu gambaran bagaimana usaha rumahan dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran dan pemberdayaan melalui konsistensi serta kolaborasi.
Melalui Pinrang Creative Network, Radio SBL terus membuka ruang bagi pelaku usaha, kreator, dan komunitas untuk membagikan pengalaman nyata yang dapat menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda dan perempuan di Kabupaten Pinrang.
LPPL Radio SBL 92.4 FM — Suara Pinrang, Suara Kita!
Berita
Berita
Berita 