Lewati ke konten
92.4 FM Radio Suara Bumi Lasinrang • Pinrang, Sulawesi Selatan
WhatsApp Studio: 0851-2256-1992 • WITA
SUARA BUMI LASINRANG LPPL RADIO 92.4 FM • KABUPATEN PINRANG
TERKINI

Podcast HUT ke-11 Radio SBL Himpun Masukan Portal Ekraf Pinrang, Dorong Pemetaan Potensi 12 Kecamatan

Podcast HUT ke-11 Radio SBL Himpun Masukan Portal Ekraf Pinrang, Dorong Pemetaan Potensi 12 Kecamatan

PINRANG — LPPL Radio Suara Bumi Lasinrang (SBL) melalui program Pinrang Creative Network (PCN) membuka ruang pembahasan mengenai penguatan ekosistem ekonomi kreatif Kabupaten Pinrang, termasuk pengembangan Portal Ekraf sebagai sarana informasi, promosi, dan penghubung antarpelaku usaha.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam podcast “Pinrang Kreatif, Pinrang Berdaya” yang diselenggarakan pada Senin (2/11/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-11 LPPL Radio SBL.

Dipandu Mia Jufri, podcast menghadirkan Ketua Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Azizah Irma Wahyudiyati Irwan, S.AP., M.Si., dan pengusaha perempuan Nanda Wahdana Azhar.

Dialog tersebut menjadi kelanjutan semangat Ngopi Pemoeda 2025 yang sebelumnya menghadirkan pembahasan mengenai regulasi, aksi, inovasi, dan kisah inspiratif pemuda Pinrang.

Jika forum sebelumnya menekankan pertukaran gagasan, podcast kali ini menggali kebutuhan nyata pelaku ekonomi kreatif dan peluang membangun jejaring yang lebih berkelanjutan.

Dalam pembukaan acara, Mia Jufri menjelaskan bahwa Pinrang Creative Network merupakan ruang siaran dan percakapan yang mempertemukan pengusaha, kreator, komunitas, serta talenta lokal untuk berbagi pengalaman, tantangan, karya, dan kesempatan berkolaborasi.

Radio SBL juga tengah mengembangkan Portal Ekraf Pinrang sebagai salah satu sarana pendukung keterhubungan informasi dan potensi ekonomi kreatif daerah.

Pada sesi pembahasan pengembangan portal, A. Irma mengusulkan adanya fasilitas pendataan yang dapat diakses oleh pelaku ekonomi kreatif dari seluruh 12 kecamatan di Kabupaten Pinrang.

Menurutnya, formulir pendataan dapat membantu mengidentifikasi jenis usaha, produk, potensi keterampilan, serta kebutuhan pengembangan yang berbeda di setiap wilayah.

Data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan awal untuk mengenali potensi lokal dan mendukung komunikasi lebih lanjut dengan pihak yang memiliki kewenangan dalam pembinaan maupun pendampingan usaha.

A. Irma juga mengusulkan agar produk dan karya pelaku usaha dapat ditampilkan secara visual sehingga masyarakat lebih mudah mengenali potensi ekonomi kreatif di berbagai kecamatan.

Ia menekankan pentingnya kesempatan yang merata, agar kegiatan pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah lainnya.

Sementara itu, Nanda Wahdana Azhar mengusulkan penyediaan ruang promosi khusus bagi pelaku usaha pemula, termasuk perempuan yang memiliki produk tetapi belum terbiasa menggunakan media digital untuk pemasaran.

Menurut Nanda, masih terdapat pelaku usaha yang memiliki produk potensial namun membutuhkan bantuan untuk memperkenalkannya kepada masyarakat.

Ia berharap program siaran dan media digital Radio SBL dapat ikut memberikan ruang pengenalan produk, baik melalui liputan, tayangan video, maupun bentuk publikasi lain yang relevan.

Nanda juga menyampaikan gagasan mengenai kelas pembelajaran berkala dengan menghadirkan narasumber yang memahami kebutuhan praktis pelaku usaha, seperti pemasaran, perizinan, penggunaan media sosial, dan pengembangan keterampilan.

Menanggapi hal tersebut, A. Irma menambahkan pentingnya edukasi mengenai pembuatan konten digital, komunikasi pemasaran, penulisan materi promosi, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.

Dalam diskusi lanjutan, kedua narasumber turut menyinggung perlunya melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, antara lain perangkat daerah, komunitas pengusaha, lembaga pendamping, serta sektor perbankan.

Berbagai masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan PCN dan Portal Ekraf Pinrang. Namun, usulan yang mengemuka belum merupakan keputusan resmi mengenai fitur akhir portal, bentuk kerja sama, maupun komitmen pembiayaan dari pihak tertentu.

Portal Ekraf Pinrang sendiri masih dalam tahap pengembangan, dengan arah yang mencakup pemetaan potensi ekonomi kreatif, informasi pelaku usaha, media promosi, dan penguatan jejaring.

Menutup podcast, Mia Jufri menegaskan bahwa Radio SBL melalui PCN dan pengembangan Portal Ekraf ingin terus mengambil bagian sebagai penghubung informasi, gagasan, dan masyarakat.

Masukan yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan komunikasi serta penjajakan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait demi memperluas kesempatan bagi pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Pinrang.

LPPL Radio SBL 92.4 FM — Suara Pinrang, Suara Kita!

Cover siaran SBL
LIVE 92.4 FM
Radio SBL 92.4 FM
Siaran langsung dari Pinrang