PINRANG โ€” Aktivitas berkendara, secangkir kopi, dan percakapan santai ternyata dapat melahirkan ruang belajar yang bermakna bagi para pelaku usaha. Gagasan itu menjadi benang merah dalam Podcast Pinrang Creative Network Radio Suara Bumi Lasinrang (SBL) 92,4 FM yang mengangkat tema โ€œKopiRide, Bukan Sekadar Ridingโ€, Sabtu, 12 September 2026.

Podcast yang dipandu Miah Jufri tersebut menghadirkan tiga pelaku usaha yang tergabung dalam komunitas KopiRide, yakni Ancha dari Sambel Rame/Cafรฉ Classic, Muchlis dari Marasa Farm, serta Jibril dari Makanja Factory. Dalam perbincangan yang berlangsung hangat, ketiganya membuka cerita mengenai perjalanan komunitas, dinamika membangun usaha, tantangan UMKM, hingga pentingnya memiliki lingkungan yang saling mendukung.

KopiRide lahir bukan sebagai klub motor dalam pengertian konvensional. Komunitas ini justru berangkat dari kebiasaan sederhana sejumlah pelaku usaha di Pinrang yang kerap bertemu dan ngopi pagi sebelum memulai aktivitas bisnis.

Dari meja kopi itulah berbagai persoalan usaha mulai dibicarakan. Harga bahan baku, kondisi pasar, pengelolaan karyawan, pemasaran, hingga persoalan-persoalan yang hanya dipahami oleh sesama pelaku usaha menjadi bahan percakapan.

Pertemuan yang semula sederhana itu kemudian berkembang. Semakin banyak pengusaha bergabung, sementara kegiatan mereka tidak lagi terbatas pada ngopi. KopiRide mulai menggabungkan kegiatan tersebut dengan riding dan touring pada akhir pekan, termasuk mengunjungi usaha milik anggota maupun pelaku UMKM lainnya.

Namun, bagi para anggotanya, motor bukanlah syarat utama.

Seseorang yang belum memiliki motor sekalipun tetap dapat bergabung. Istilah โ€œboncengersโ€ bahkan digunakan secara santai untuk mereka yang ikut membonceng saat kegiatan riding. Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: KopiRide dibangun atas dasar pertemanan dan semangat bertumbuh, bukan berdasarkan jenis atau kepemilikan kendaraan.

Dari Keluh Kesah Menjadi Ruang Mencari Solusi

Salah satu hal yang mengemuka dalam podcast tersebut adalah fungsi KopiRide sebagai support system bagi para pengusaha.

Menjalankan usaha kerap menempatkan seorang pemilik bisnis pada posisi yang tidak mudah. Di depan karyawan, ia dituntut menjadi pemimpin. Di hadapan pelanggan, ia harus tetap memberikan pelayanan terbaik. Sementara di balik itu semua, seorang pengusaha juga menghadapi tekanan penjualan, kenaikan biaya produksi, persoalan sumber daya manusia, dan ketidakpastian pasar.

Di KopiRide, persoalan itu dapat dibicarakan secara lebih terbuka.

Bahkan, salah seorang narasumber menggambarkan komunitas tersebut sebagai โ€œrumah yang aman untuk berceritaโ€. Teman-teman di dalam komunitas tidak selalu menawarkan jawaban instan. Mereka lebih sering memberikan sudut pandang berbeda yang membantu seseorang melihat persoalannya dengan lebih jernih.

Percakapan yang awalnya berupa keluhan pun bisa berkembang menjadi proses belajar bersama.

Ketika satu pengusaha mengeluhkan kondisi pasar, ternyata pengusaha lain menghadapi situasi serupa. Saat seseorang menghadapi persoalan pemasaran, anggota lain dapat berbagi pengalaman mengenai strategi yang pernah dilakukannya.

Dari situlah kesadaran muncul bahwa seorang pengusaha tidak selalu menghadapi masalahnya seorang diri.

Tantangan UMKM: Dari Bahan Baku hingga Membangun Tim

Podcast juga membedah berbagai tantangan nyata yang saat ini dihadapi pelaku UMKM.

Bagi usaha kuliner seperti Sambel Rame, kenaikan harga ayam, telur, minyak, kemasan dan sejumlah bahan produksi lainnya menjadi persoalan serius. Pengusaha harus mencari jalan agar harga pokok produksi tetap terkendali tanpa serta-merta membebankan seluruh kenaikan biaya kepada konsumen.

Di sektor pertanian, tantangannya berbeda. Harga yang tidak menentu, kenaikan biaya pakan hingga daya serap pasar menjadi persoalan yang harus dihadapi.

Sementara itu, dari perspektif pengembangan usaha, Jibril menyoroti persoalan yang sering menjadi tantangan besar UMKM ketika ingin naik kelas, yakni membangun tim dan sistem.

Menurutnya, banyak usaha memiliki produk dan ide yang baik, tetapi pertumbuhannya terhambat karena seluruh aktivitas bisnis masih sangat bergantung pada pemilik.

Berani merekrut, memberikan kepercayaan, melatih anggota tim serta membangun sistem menjadi tahapan yang tidak mudah. Ada kekhawatiran karyawan keluar setelah dilatih, ada risiko biaya operasional bertambah, dan ada pula ketakutan untuk menyerahkan sebagian tanggung jawab kepada orang lain.

Namun tanpa keberanian membangun tim, sebuah usaha akan sulit berkembang menjadi organisasi yang lebih besar.

Pesan tersebut menjadi salah satu pembahasan penting dalam podcast: UMKM tidak kekurangan ide, tetapi sering kali masih menghadapi tantangan pada keberanian mengeksekusi dan membangun sistem.

Kolaborasi Tanpa Harus Saling Menjual

Menariknya, KopiRide tidak menjadikan grup komunitas sebagai ruang untuk terus-menerus menawarkan dagangan masing-masing.

Hubungan bisnis berkembang dengan cara yang lebih organik.

Ketika ada seseorang membutuhkan produk tertentu, anggota akan merekomendasikan usaha teman yang dianggap paling sesuai. Bahkan ketika terdapat beberapa anggota yang bergerak pada bidang usaha serupa, mereka tetap dapat saling mengarahkan pelanggan berdasarkan karakter produk yang dibutuhkan.

Praktik semacam itu memperlihatkan bagaimana kompetisi tidak harus selalu berujung pada persaingan yang saling menjatuhkan.

Dalam podcast, para narasumber justru memandang bertambahnya kompetitor sebagai bagian dari dinamika pasar. Semakin banyak pelaku usaha dapat berarti pasar semakin berkembang, konsumen semakin mengenal suatu kategori produk, dan peluang baru ikut terbuka.

Prinsipnya sederhana: bertumbuh bersama jauh lebih sehat dibandingkan berkembang dengan menjatuhkan usaha lain.

Riding Sebagai Latihan Solidaritas

Bagi KopiRide, touring juga memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar perjalanan menggunakan sepeda motor.

Dalam perjalanan, setiap anggota belajar untuk menjaga peserta lainnya. Ada yang bertugas berada di depan, ada yang menjaga rombongan dari belakang, dan setiap peserta harus memastikan rekannya tetap aman.

Dari kegiatan tersebut terbentuk rasa solidaritas.

Orang-orang dengan latar belakang usaha berbeda, karakter berbeda, serta masalah masing-masing dipertemukan dalam satu perjalanan. Mereka belajar berjalan bersama, menunggu ketika ada yang tertinggal, membantu ketika ada persoalan, dan mencapai tujuan sebagai satu rombongan.

Filosofi itulah yang kemudian memiliki kemiripan dengan perjalanan membangun sebuah usaha.

Ada saat bisnis berjalan mulus. Ada pula tanjakan, jalan terjal, kesalahan mengambil keputusan, bahkan kondisi ketika seorang pengusaha harus jatuh sebelum kembali bangkit.

Perjalanan itu akan terasa lebih ringan ketika ada orang lain yang berjalan bersama.

Dari Komunitas Motor Menuju Ekosistem Pengusaha

Lebih dari sekadar kegiatan rutin, KopiRide memiliki potensi menjadi bagian dari ekosistem pengembangan UMKM di Kabupaten Pinrang.

Pengetahuan yang diperoleh seorang anggota melalui pelatihan di luar daerah dapat dibagikan kepada anggota lainnya. Pengalaman menghadapi persoalan bisnis dapat menjadi pembelajaran bersama. Jaringan yang dimiliki satu orang dapat membuka peluang bagi orang lain.

Dalam jangka panjang, komunitas berharap lingkungan tersebut dapat mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru.

Pesan kepada generasi muda Pinrang juga kuat: jangan takut memulai usaha, jangan mudah kehilangan kepercayaan diri ketika kompetitor datang, dan jangan berhenti mengevaluasi diri ketika bisnis belum tumbuh sesuai harapan.

Jika tahun ini sebuah usaha belum berkembang, persoalannya perlu dilihat kembali. Strategi dapat diperbaiki, sistem dapat dibangun ulang, dan kemampuan tim dapat terus dikembangkan.

Yang terpenting adalah tidak berhenti mencari solusi.

Muchlis menambahkan satu pesan sederhana tetapi bermakna bagi pelaku usaha yang sedang menghadapi tekanan: jangan menghadapi seluruh masalah sendirian.

Saat ini semakin banyak komunitas dan kelompok di Pinrang yang dapat menjadi ruang bertukar pengalaman dan belajar. Mendengarkan pengalaman pengusaha lain terkadang cukup untuk membuat seseorang menyadari bahwa masalahnya masih dapat dihadapi.

Lingkungan yang positif tidak selalu menyelesaikan persoalan bisnis secara langsung, tetapi dapat memberi energi agar seseorang tetap mempunyai kekuatan untuk menyelesaikannya sendiri.

Pada akhirnya, perbincangan selama podcast tersebut menunjukkan bahwa KopiRide memang bukan sekadar riding.

Motor menjadi kendaraan. Kopi menjadi ruang pertemuan. Tetapi yang sesungguhnya dibangun adalah kepercayaan, jejaring, persahabatan, pengetahuan, solidaritas dan keberanian untuk tumbuh bersama.

Seperti perjalanan di atas roda dua, membangun usaha tidak selalu menawarkan jalan lurus dan mulus. Ada tanjakan, tikungan, bahkan kemungkinan salah arah. Namun dengan teman seperjalanan yang tepat, perjalanan panjang itu dapat dijalani dengan lebih ringan.

Ride. Ngopi. Share. Grow.

Radio Suara Bumi Lasinrang (SBL) 92,4 FM
Suara Pinrang, Suara Kita!