Lewati ke konten
92.4 FM Radio Suara Bumi Lasinrang • Pinrang, Sulawesi Selatan
WhatsApp Studio: 0851-2256-1992 • WITA
SUARA BUMI LASINRANG LPPL RADIO 92.4 FM • KABUPATEN PINRANG
TERKINI

Saat Darurat Jangan Hanya Merekam, Masyarakat Perlu Tahu Siapa Dihubungi dan Apa yang Harus Dilakukan

Saat Darurat Jangan Hanya Merekam, Masyarakat Perlu Tahu Siapa Dihubungi dan Apa yang Harus Dilakukan

PINRANG — Ketika kecelakaan atau bencana terjadi, masyarakat sering menjadi orang pertama yang berada di sekitar korban. Menit-menit sebelum petugas tiba dapat menjadi waktu yang sangat penting. Namun satu hal harus dipahami: membantu korban bukan berarti melakukan tindakan yang tidak dikuasai.

Dalam seri kedua pembahasan Halo Bumi Lasinrang di LPPL Radio Suara Bumi Lasinrang (Radio SBL) 92.4 FM, Ruslan menekankan pentingnya pengetahuan masyarakat menghadapi situasi darurat.

Menurutnya, sedikitnya ada dua hal mendasar yang perlu diketahui masyarakat ketika menemukan kondisi kegawatdaruratan.

Pertama, mengetahui siapa yang harus dihubungi untuk meminta pertolongan.

Kedua, mengetahui apa yang aman dilakukan sambil menunggu petugas datang.

Dua kemampuan tersebut terlihat sederhana, tetapi dapat menjadi pembeda ketika seseorang berhadapan langsung dengan kondisi darurat.

Jangan Sibuk Merekam, Lupa Menolong

Salah satu bagian menarik dalam perbincangan bersama host Mia Jufri dan Amar muncul ketika pembahasan menyentuh kebiasaan masyarakat di lokasi kecelakaan.

Ruslan menyoroti fenomena ketika orang justru sibuk mengambil gambar, merekam video dan mengunggah kejadian ke media sosial sementara korban masih membutuhkan pertolongan.

Menurutnya, masyarakat seharusnya terlebih dahulu memahami kondisi di hadapannya: apakah lokasi aman, siapa yang harus dihubungi, dan adakah tindakan sederhana yang memang mampu dilakukan tanpa memperburuk kondisi korban.

Dalam berbagai kondisi kegawatdaruratan, tindakan pada menit-menit pertama dapat berpengaruh terhadap peluang keselamatan seseorang.

Namun Ruslan juga menekankan batas yang sangat penting: pertolongan harus dilakukan berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.

Niat baik tidak selalu menghasilkan pertolongan yang benar apabila dilakukan dengan cara yang keliru.

Contohnya, memindahkan korban dengan teknik yang tidak tepat pada kondisi tertentu justru berpotensi memperburuk cedera. Begitu pula tindakan terhadap korban tenggelam, patah tulang, gangguan jalan napas atau kondisi medis lainnya membutuhkan pengetahuan yang benar.

Karena itu, masyarakat tidak didorong melakukan tindakan medis di luar kemampuannya. Yang diperlukan adalah literasi dasar kegawatdaruratan: mengenali keadaan, segera meminta bantuan, menjaga keselamatan lokasi, dan memberikan bantuan sesuai kompetensi.

Tetap Tenang Bukan Berarti Santai

Pertanyaan penting kemudian muncul dalam podcast:

Jika besok bencana terjadi, apa yang harus kita ingat?

Ruslan menempatkan ketenangan sebagai hal pertama.

Tetap tenang, menurutnya, bukan berarti bersikap santai terhadap keadaan. Tenang berarti tidak panik sehingga seseorang masih mampu berpikir rasional dan mengambil keputusan yang tepat.

Kepanikan justru dapat membuat orang mengambil keputusan secara tergesa-gesa, mengabaikan keselamatan, mengikuti informasi yang salah ataupun melakukan tindakan yang memperburuk situasi.

Setelah memastikan keselamatan diri, perhatian berikutnya adalah keluarga.

Masyarakat perlu mengetahui apa yang harus dilakukan, ke mana harus menuju jika evakuasi diperlukan, barang penting apa yang harus dibawa dan informasi resmi mana yang harus diikuti.

Informasi pada masa bencana juga menjadi sangat penting. Masyarakat diminta mengikuti arahan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas karena kabar yang keliru dapat memunculkan kepanikan baru.

Setelah diri dan keluarga dalam kondisi aman, kepedulian dapat diperluas kepada orang-orang di sekitar yang membutuhkan bantuan.

Mengapa Korban Tidak Selalu Ditangani Berdasarkan Urutan Kedatangan?

Podcast juga membahas triase, yaitu proses penentuan prioritas ketika terdapat banyak korban sementara sumber daya pertolongan terbatas.

Dalam kondisi korban massal, petugas tidak selalu dapat bekerja berdasarkan siapa yang pertama kali tiba atau siapa yang paling keras meminta pertolongan.

Korban dinilai berdasarkan tingkat kegawatannya.

Dalam penjelasan kepada pendengar, Ruslan menggambarkan penggunaan kategori seperti merah, kuning, hijau dan hitam untuk membantu petugas menentukan prioritas.

Prinsip dasarnya adalah menggunakan sumber daya yang tersedia seefektif mungkin untuk menyelamatkan sebanyak mungkin korban yang masih dapat ditolong.

Pembahasan tersebut sekaligus menunjukkan mengapa penanganan bencana membutuhkan sistem yang berbeda dibanding keadaan sehari-hari. Ketika korban banyak dan sumber daya terbatas, keputusan harus dibuat cepat, terukur dan berdasarkan kondisi medis.

Pertolongan Pertama Perlu Dipelajari Sebelum Darurat

Salah satu pesan paling kuat dari episode ini adalah bahwa keterampilan pertolongan pertama seharusnya tidak baru dicari ketika kecelakaan terjadi.

Masyarakat dapat belajar sejak sekarang.

Bukan untuk menggantikan dokter, perawat, petugas pemadam, BPBD ataupun tim penyelamat, tetapi agar mampu mengambil langkah awal yang benar dan tidak melakukan tindakan yang justru membahayakan korban.

Pengetahuan mengenai nomor layanan darurat, cara meminta bantuan dengan jelas, keamanan lokasi kejadian dan prinsip pertolongan pertama dasar merupakan bagian dari ketangguhan masyarakat.

Sebab ketika keadaan darurat terjadi, petugas membutuhkan waktu untuk tiba.

Dan dalam rentang waktu itulah masyarakat sering menjadi mata, telinga dan orang pertama yang berada paling dekat dengan korban.

Pesannya sederhana: jangan panik, lindungi diri dan keluarga, ikuti informasi resmi, minta pertolongan, serta bantu orang lain sesuai kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.

Kesiapsiagaan bukan tentang menjadi takut pada bencana. Kesiapsiagaan adalah mengetahui apa yang harus dilakukan ketika keadaan tidak berjalan seperti biasanya.

Bersambung: Seri Halo Bumi Lasinrang #3 — Cerita Ruslan dari Palu, Turki hingga Vanuatu.

Radio Suara Bumi Lasinrang 92.4 FM
Suara Pinrang, Suara Kita!

Cover siaran SBL
LIVE 92.4 FM
Radio SBL 92.4 FM
Siaran langsung dari Pinrang