PINRANG – Potensi perikanan lokal Kabupaten Pinrang kini mendapat sentuhan inovasi teknologi pangan. Melalui kolaborasi dunia akademik dan industri, Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama CV Sentra Foods menghadirkan Tung Guru, merek produk pangan olahan beku (frozen food) berbahan dasar ikan lokal yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Produk inovatif tersebut resmi diluncurkan pada Kamis (22/10/2026), dalam rangkaian kegiatan Diseminasi dan Showcasing Sekolah Model Tahun 2026 yang berlangsung di UPT SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Lasinrang, Kabupaten Pinrang.
Peluncuran ini menjadi bagian dari Program SINERGI 2026, sebuah program hilirisasi riset prioritas yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program tersebut mendorong hasil penelitian perguruan tinggi agar dapat dikembangkan menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi industri dan masyarakat.
Hadirkan Empat Produk Olahan Ikan Lokal
Melalui merek Tung Guru, CV Sentra Foods memperkenalkan empat jenis produk pangan beku, yakni naget ikan, bakso ikan, otak-otak ikan, dan pempek.
Keempat produk tersebut dikembangkan menggunakan surimi, yakni daging ikan yang diproses menjadi bahan baku untuk menghasilkan berbagai jenis pangan olahan.
Pemanfaatan teknologi pengolahan ini diharapkan mampu memperluas diversifikasi produk berbasis ikan lokal, meningkatkan nilai ekonominya, serta menghadirkan pilihan pangan praktis dengan peluang pemasaran yang lebih luas.
Perkuat Kolaborasi Riset dan Industri
Ketua Tim Hilirisasi Riset Prioritas Program SINERGI Unhas, Prof. Dr. Ir. Abu Bakar Tawali, menekankan pentingnya transfer teknologi dari perguruan tinggi kepada mitra industri.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis agar hasil penelitian tidak berhenti pada tahap akademik, tetapi dapat diterapkan dalam proses produksi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kolaborasi antara Unhas dan CV Sentra Foods juga menjadi upaya menjembatani kebutuhan industri dengan hasil pengembangan teknologi pangan di perguruan tinggi.
Dalam kegiatan peluncuran tersebut, Prof. Abu Bakar Tawali turut mendampingi pimpinan CV Sentra Foods, Ruslan, S.TP., M.P., Gr., dalam memperkenalkan produk Tung Guru kepada para peserta kegiatan.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha pangan berbasis sumber daya lokal, termasuk membuka peluang keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Produk Telah Memiliki Izin Edar dan Sertifikasi Halal
Selain mengembangkan inovasi produk, CV Sentra Foods juga memberikan perhatian pada aspek legalitas dan keamanan pangan.
Berdasarkan informasi dalam rilis kegiatan, produk Tung Guru telah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikasi halal.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk mengembangkan kapasitas produksi dan memperluas pemasaran secara bertahap, dengan sasaran konsumen mulai dari pasar lokal hingga nasional.
Dukung Pendidikan Keterampilan dan Pemberdayaan Masyarakat
Kolaborasi yang dibangun CV Sentra Foods tidak hanya terbatas pada pengembangan produk bersama Universitas Hasanuddin.
Sejak 2026, perusahaan tersebut juga menjalin kemitraan dengan UPT SPNF SKB Lasinrang sebagai mitra pengajar bidang tata boga.
Kemitraan ini membuka peluang bagi peserta didik untuk mengenal proses pengolahan pangan sekaligus memahami penerapan keterampilan tata boga dalam pengembangan produk dan kegiatan usaha.
Peluncuran Tung Guru turut dihadiri perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah daerah, kelompok PKK, Dharma Wanita, satuan pendidikan nonformal, serta peserta didik SKB Lasinrang.
Pihak UPT SPNF SKB Lasinrang menyambut positif kolaborasi tersebut dan berharap kerja sama dapat terus dikembangkan, khususnya dalam pengenalan produk unggulan daerah dan peningkatan keterampilan masyarakat.
Melalui Program SINERGI 2026, kolaborasi Unhas dan CV Sentra Foods diharapkan menjadi contoh bagaimana riset, teknologi, pendidikan, dan industri dapat saling terhubung untuk memperkuat potensi ekonomi daerah.
Kehadiran Tung Guru sekaligus memperlihatkan peluang bagi komoditas perikanan lokal Pinrang untuk dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Program hilirisasi riset ini terlaksana dengan dukungan Kemdiktisaintek dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Sumber: Rilis kegiatan peluncuran produk CV Sentra Foods dan Universitas Hasanuddin, 22 Oktober 2026.
LPPL Radio Suara Bumi Lasinrang
Suara Pinrang, Suara Kita!


Berita
Berita
Berita 