Lewati ke konten
92.4 FM Radio Suara Bumi Lasinrang • Pinrang, Sulawesi Selatan
WhatsApp Studio: 0851-2256-1992 • WITA
SUARA BUMI LASINRANG LPPL RADIO 92.4 FM • KABUPATEN PINRANG
TERKINI

Ketika Kata-Kata Maryam Perlahan Menghilang, Perjalanan Seorang Ibu Mendampingi Anak dengan Autisme

Ketika Kata-Kata Maryam Perlahan Menghilang, Perjalanan Seorang Ibu Mendampingi Anak dengan Autisme

PINRANG, SBL — Maryam pernah memanggil “Mama”. Ia juga sempat mengucapkan beberapa kata sederhana seperti anak-anak lain pada masa awal pertumbuhannya.

Namun, ketika usianya memasuki sekitar satu tahun lebih, ibunya mulai menyadari ada perubahan.

Kata-kata yang sebelumnya sudah muncul perlahan berkurang. Maryam mulai menunjukkan gerakan berulang seperti mengepakkan tangan. Kemampuan menunjuk dan merespons instruksi juga tidak berkembang sebagaimana yang diharapkan keluarganya.

Pengalaman tersebut diceritakan Khasmirah Hamsiohan, S.T., M.Si., dalam Podcast Jumat Ceria Radio Suara Bumi Lasinrang 92.4 FM bertema “Anak Kita, Ada Apa? Memahami Tantrum, Autisme, dan Tantangan Tumbuh Kembang Anak Masa Kini”, Jumat, 2 Oktober 2026.

Keluarga Mulai Menyadari Perubahan

Khasmirah mengatakan perkembangan Maryam pada awalnya terlihat seperti anak pada umumnya.

Maryam telah mampu berjalan dan memiliki kemampuan verbal sederhana. Namun, keluarga kemudian melihat adanya regresi perkembangan. Kata-kata yang sebelumnya sudah dapat diucapkan mulai menghilang.

Dalam podcast, Khasmirah juga menceritakan mulai munculnya perilaku berulang seperti flapping atau mengepakkan tangan serta berkurangnya kemampuan Maryam dalam menunjuk dan memahami instruksi.

Perubahan tersebut membuat keluarga mulai mencari informasi mengenai perkembangan anak.

Meski demikian, keluarga tidak ingin berhenti pada kesimpulan sendiri.

Khasmirah menegaskan pentingnya tidak melakukan diagnosis secara mandiri. Keluarga kemudian membawa Maryam untuk menjalani pemeriksaan dan observasi oleh tenaga profesional.

Dari Pinrang hingga Pemeriksaan di RS Wahidin Makassar

Perjalanan untuk memahami kondisi Maryam tidak berlangsung singkat.

Ketika keluarga melihat perkembangan Maryam membutuhkan penanganan lebih lanjut, pemeriksaan dilakukan hingga ke Makassar.

Maryam menjalani pemeriksaan di RS Wahidin, termasuk oleh dokter spesialis anak dan dokter rehabilitasi medik. Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, keluarga kemudian mendapatkan penjelasan mengenai kondisi Maryam sebelum program terapi dijalankan.

Dalam podcast, Khasmirah mengatakan tindakan terapi mulai dijalani Maryam ketika usianya sekitar tiga tahun.

Setelah siaran berlangsung, Khasmirah memberikan keterangan tambahan mengenai perjalanan terapi putrinya.

Menurut dia, Maryam menjalani terapi sekitar delapan bulan di RS Wahidin Makassar.

Pendampingan selanjutnya kemudian diteruskan di Pinrang.

Empat Tahun Didampingi Rumah Terapi Anak Pinrang

Setelah menjalani terapi di Makassar, Maryam kemudian mendapatkan pendampingan di Rumah Terapi Anak (RTA) Pinrang.

Khasmirah menjelaskan, Maryam telah menjalani terapi di RTA selama sekitar empat tahun dan berlangsung hingga saat ini.

Rumah Terapi Anak tersebut berlokasi di Jalan Balana, dekat Terminal Lama, Pinrang.

Bagi keluarga, keberlanjutan terapi tersebut menjadi bagian penting dalam proses perkembangan Maryam.

Khasmirah mengatakan pendampingan yang dijalani secara berkelanjutan di RTA turut mengiringi berbagai perkembangan yang kini terlihat pada putrinya.

Maryam Kini Semakin Mandiri

Kini, pada usia enam tahun lebih, Khasmirah melihat berbagai kemajuan pada Maryam.

Kemampuan komunikasi Maryam masih terus berkembang. Ia telah memiliki panggilan sederhana untuk orang-orang terdekat, termasuk panggilan khusus untuk ibu, ayah, dan neneknya.

Kemampuan memahami serta mengikuti instruksi juga semakin baik.

Dalam aspek kemandirian, Khasmirah mengatakan Maryam telah mampu melakukan banyak aktivitas sendiri. Beberapa keterampilan, termasuk toilet training, masih terus dilatih.

Dalam podcast, Khasmirah bahkan menggambarkan tingkat kemandirian Maryam telah berkembang sangat jauh dibandingkan masa-masa awal pendampingan.

Perubahan Juga Terlihat pada Regulasi Emosi

Perkembangan Maryam tidak hanya terlihat pada komunikasi dan kemandirian.

Khasmirah juga menceritakan perubahan dalam kemampuan anaknya menghadapi kondisi ketika emosi atau sensoriknya kewalahan.

Pada sekitar usia dua tahun, Maryam pernah mengalami periode ketika meltdown cukup berat. Dalam podcast, Khasmirah menggambarkan kondisi itu sebagai luapan yang sulit dikendalikan, termasuk menjatuhkan badan serta membenturkan atau memukul bagian kepala ketika sedang sangat kewalahan.

Namun, setelah menjalani proses terapi dan pendampingan selama bertahun-tahun, kondisinya kini telah berubah.

Khasmirah mengatakan perilaku tersebut kini tidak pernah lagi terjadi pada Maryam.

Perubahan itu menjadi salah satu perkembangan yang paling dirasakan keluarga setelah melalui proses pendampingan panjang.

Bukan Hanya Terapi, Keluarga Juga Belajar

Bagi Khasmirah, mendampingi anak dengan kebutuhan khusus tidak berhenti ketika anak keluar dari ruang terapi.

Proses tersebut juga menuntut keluarga untuk terus belajar memahami karakter, kebutuhan, cara berkomunikasi, hingga kondisi yang membuat anak merasa nyaman atau kewalahan.

Keluarga pun membutuhkan waktu untuk memahami dan menerima situasi yang dihadapi.

Dalam podcast, Khasmirah menceritakan bahwa ketika tanda-tanda awal muncul, keluarga terlebih dahulu berdiskusi dan berusaha memahami apa yang sedang terjadi pada Maryam sebelum akhirnya memutuskan mencari bantuan profesional.

Pengalaman itu membuat Khasmirah menilai orang tua perlu menjadi berdaya dan tangguh.

Setelah memahami kondisi anak, keluarga dapat mulai mengenali kemampuan yang dimiliki anak, menentukan kebutuhan pendampingannya, memberikan stimulasi di rumah, serta berkolaborasi dengan tenaga profesional.

“Ananda Tidak Butuh Sempurna”

Pada akhir perbincangan, Khasmirah menyampaikan pesan kepada orang tua lain yang juga sedang menjalani proses mendampingi anak berkebutuhan khusus.

“Ananda tidak butuh sempurna, tapi dampingi dengan kasih sayang.”

Pesan tersebut merangkum perjalanan panjang keluarga Maryam.

Dari munculnya tanda perkembangan yang berbeda, pemeriksaan di Makassar, terapi selama delapan bulan di RS Wahidin, hingga pendampingan sekitar empat tahun di Rumah Terapi Anak Pinrang, setiap tahap menjadi bagian dari proses keluarga memahami kebutuhan Maryam.

Perjalanannya juga menunjukkan bahwa perkembangan anak tidak selalu berlangsung dengan kecepatan atau pola yang sama.

Ada proses yang membutuhkan waktu, terapi, stimulasi, konsistensi keluarga, serta dukungan tenaga profesional.

Bagi Khasmirah, perkembangan Maryam hari ini bukanlah hasil dari satu tindakan dalam waktu singkat, tetapi perjalanan bertahun-tahun yang terus dilanjutkan bersama keluarga dan para pendampingnya.

SBL 92.4 FM — Suara Pinrang, Suara Kita!

Cover siaran SBL
LIVE 92.4 FM
Radio SBL 92.4 FM
Siaran langsung dari Pinrang