Lewati ke konten
92.4 FM Radio Suara Bumi Lasinrang • Pinrang, Sulawesi Selatan
WhatsApp Studio: 0851-2256-1992 • WITA
SUARA BUMI LASINRANG LPPL RADIO 92.4 FM • KABUPATEN PINRANG
TERKINI

Keterlambatan Bicara Perlu Dicermati, Orang Tua Diingatkan Pentingnya Stimulasi dan Asesmen Dini

Keterlambatan Bicara Perlu Dicermati, Orang Tua Diingatkan Pentingnya Stimulasi dan Asesmen Dini

PINRANG, SBL — Anak yang terlambat berbicara tidak otomatis mengalami autisme.

Namun, keterlambatan perkembangan komunikasi juga tidak seharusnya diabaikan begitu saja dengan anggapan bahwa setiap anak pada akhirnya akan berbicara sendiri.

Pentingnya mengenali perkembangan anak sejak dini menjadi salah satu pembahasan dalam Podcast Jumat Ceria Radio Suara Bumi Lasinrang 92.4 FM, Jumat, 2 Oktober 2026.

Perkembangan Komunikasi Perlu Dipantau Sejak Dini

Hijriah Syam, S.Psi., M.Pd., dari Unit Layanan Disabilitas Dikbud Pinrang mengatakan perkembangan komunikasi dapat mulai diperhatikan sejak anak masih sangat kecil.

Dalam proses skrining, sejumlah aspek yang diperhatikan antara lain munculnya bunyi atau ocehan bermakna, kontak mata, gestur, kemampuan memahami instruksi sederhana, hingga perkembangan kata dan komunikasi sesuai tahapan usia.

Ketika perkembangan tersebut tidak muncul sebagaimana yang diharapkan, orang tua disarankan tidak langsung membuat diagnosis sendiri.

Langkah yang dibutuhkan adalah melakukan skrining dan, apabila terdapat indikasi, melanjutkannya dengan asesmen oleh tenaga profesional.

Speech Delay Tidak Sama dengan Autisme

Nurhasmila, S.Pd., dari Unit Layanan Stimulasi dan Terapi eSchooL menjelaskan keterlambatan bicara terutama berkaitan dengan aspek komunikasi dan bahasa.

Penyebab kesulitan komunikasi anak juga tidak selalu sama.

Dalam praktik di lapangan, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan berbagai faktor sehingga pemeriksaan dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan anak secara tepat.

Karena itu, keterlambatan bicara tidak dapat begitu saja disamakan dengan autisme.

“Tidak semua anak yang speech delay adalah autis.”

Sebaliknya, ketika terdapat sejumlah tanda lain bersamaan dengan kesulitan komunikasi—misalnya perubahan pada interaksi sosial atau pola perilaku tertentu—orang tua dapat mencari bantuan profesional untuk mendapatkan penilaian yang lebih menyeluruh.

Stimulasi Tidak Perlu Menunggu Diagnosis

Hijriah juga menekankan pentingnya stimulasi sejak bayi.

Menurut dia, stimulasi tidak harus menunggu sampai anak mendapatkan diagnosis. Interaksi sehari-hari antara anak dan keluarga merupakan bagian dari proses tumbuh kembang.

Jika setelah mendapatkan stimulasi perkembangan anak tetap tidak sesuai dengan tahap usianya, kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk mencari pemeriksaan lebih lanjut.

“Lebih cepat lebih baik,” ujar Hijriah ketika membahas waktu pendampingan.

Ia menegaskan bukan berarti anak yang baru mendapatkan terapi pada usia lebih besar tidak dapat ditangani.

Namun, intervensi yang dilakukan lebih dini memberikan kesempatan lebih panjang untuk mengejar keterampilan yang dibutuhkan anak.

Gadget Bukan Penyebab Utama Autisme

Podcast juga menyinggung penggunaan gawai atau gadget yang kerap dikaitkan masyarakat dengan autisme.

Hijriah menegaskan gadget tidak dapat disebut sebagai penyebab utama autisme.

Yang menjadi perhatian, menurut dia, adalah ketika penggunaan gawai mengurangi kesempatan anak mendapatkan komunikasi dua arah.

Anak hanya menerima gambar atau suara dari layar tanpa dituntut memberikan respons seperti ketika berbicara dan bermain bersama orang lain.

Karena itu, penggunaan gadget perlu dibedakan dari penyebab suatu kondisi perkembangan.

Dalam konteks keterlambatan komunikasi, yang perlu diperhatikan adalah apakah anak mendapatkan cukup kesempatan untuk berinteraksi, merespons, bermain, dan berkomunikasi dengan lingkungan.

Jangan Panik, tetapi Jangan Mengabaikan Tanda

Pada akhir perbincangan, Nurhasmila mengingatkan orang tua agar tidak terburu-buru memberikan label ketika melihat perbedaan pada perkembangan anak.

“Setiap anak memiliki ritme yang berbeda-beda. Jadi jangan langsung memberikan label.”

Namun, tidak memberi label bukan berarti mengabaikan tanda perkembangan.

Ketika orang tua merasa ada sesuatu yang berbeda, kekhawatiran tersebut dapat dibicarakan dengan guru, layanan tumbuh kembang, maupun tenaga profesional.

Di Pinrang, keluarga peserta didik juga dapat memanfaatkan jalur sekolah untuk mengakses Unit Layanan Disabilitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang.

Sementara itu, eSchooL menyediakan layanan stimulasi dan pendampingan yang dapat diawali dengan konsultasi mengenai kekhawatiran orang tua.

Pesan yang muncul dari Podcast Jumat Ceria sederhana: jangan panik, jangan melakukan diagnosis sendiri, tetapi juga jangan menunda mencari bantuan ketika perkembangan anak menimbulkan kekhawatiran.

Semakin cepat kebutuhan anak dipahami, semakin cepat pula keluarga dapat menentukan bentuk dukungan yang tepat.

SBL 92.4 FM — Suara Pinrang, Suara Kita!

Cover siaran SBL
LIVE 92.4 FM
Radio SBL 92.4 FM
Siaran langsung dari Pinrang