Lewati ke konten
92.4 FM Radio Suara Bumi Lasinrang • Pinrang, Sulawesi Selatan
WhatsApp Studio: 0851-2256-1992 • WITA
SUARA BUMI LASINRANG LPPL RADIO 92.4 FM • KABUPATEN PINRANG
TERKINI

ULD Dikbud Pinrang Catat 382 Peserta Didik Butuh Pendampingan Khusus

ULD Dikbud Pinrang Catat 382 Peserta Didik Butuh Pendampingan Khusus

PINRANG, SBL — Unit Layanan Disabilitas dan Konseling Keluarga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang mencatat sedikitnya 382 peserta didik dengan beragam kebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian dan pendampingan di lingkungan sekolah.

Data itu disampaikan Hijriah Syam, S.Psi., M.Pd., dari Unit Layanan Disabilitas Dikbud Pinrang, dalam Podcast Jumat Ceria Radio Suara Bumi Lasinrang 92.4 FM bertema “Anak Kita, Ada Apa? Memahami Tantrum, Autisme, dan Tantangan Tumbuh Kembang Anak Masa Kini”, Jumat, 2 Oktober 2026.

Hijriah mengatakan data tersebut mencakup peserta didik dengan beragam kebutuhan, mulai dari disabilitas fisik, intelektual, hingga kondisi lain yang memerlukan pendampingan khusus di sekolah.

Data Meningkat Sejak 2024

Menurut Hijriah, jumlah anak yang masuk dalam pendataan dan skrining sekolah menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Saat layanan tersebut mulai berjalan pada 2024, terdapat 182 hasil skrining awal dari sekolah. Pada akhir 2025 jumlahnya berada di kisaran 230 peserta didik, sementara pada 2026 tercatat 382 anak.

Namun, peningkatan angka itu tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai bertambahnya jumlah kasus gangguan perkembangan.

Bertambahnya anak yang terdata, menurut Hijriah, juga dapat mencerminkan semakin baiknya kesadaran guru, sekolah, dan orang tua dalam mengenali anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Sekolah Jadi Pintu Awal Layanan

Sekolah menjadi salah satu pintu awal layanan ULD. Guru atau kepala sekolah dapat menyampaikan laporan ketika menemukan peserta didik dengan perkembangan atau perilaku yang dinilai berbeda dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah laporan diterima, dilakukan identifikasi atau skrining awal. Bila diperlukan, anak kemudian diarahkan untuk mendapatkan penanganan dari tenaga yang sesuai dengan kebutuhannya.

Layanan yang tersedia meliputi observasi, asesmen, stimulasi, terapi, hingga konseling dengan melibatkan tenaga profesional seperti psikolog, terapis, dan konselor.

Hijriah menjelaskan layanan tersebut diperuntukkan bagi peserta didik dalam lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang. Anak yang mendapatkan layanan harus tercatat sebagai peserta didik, termasuk melalui Data Pokok Pendidikan atau Dapodik.

“Mulai dari asesmen, terapi, sampai stimulasinya gratis untuk peserta didik,” kata Hijriah.

Skrining Bukan Diagnosis

Dalam diskusi yang dipandu Miah Jufri itu, Hijriah juga menekankan pentingnya membedakan antara skrining awal dan diagnosis.

Temuan guru mengenai perilaku atau perkembangan anak bukanlah diagnosis akhir. Identifikasi dan asesmen lanjutan tetap perlu dilakukan oleh tenaga profesional sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Narasumber lainnya, Nurhasmila, S.Pd., dari Unit Layanan Stimulasi dan Terapi eSchooL, mengatakan kekhawatiran biasanya mulai muncul ketika orang tua melihat perkembangan maupun perilaku anak berbeda dibandingkan anak seusianya.

Di eSchooL, kata dia, informasi dari orang tua menjadi salah satu dasar observasi. Anak dapat menjalani pendampingan individu terlebih dahulu sebelum ditempatkan dalam kelas inklusi apabila dinilai telah mampu mengikuti aktivitas bersama teman-temannya.

Jangan Terburu-buru Memberi Label

Podcast Jumat Ceria kali ini juga menghadirkan Khasmirah Hamsiohan, S.T., M.Si., yang berbagi pengalaman sebagai orang tua dalam mendampingi anak dengan kebutuhan khusus.

Ketiga narasumber menekankan bahwa perhatian terhadap tumbuh kembang anak sebaiknya tidak berujung pada pemberian label secara tergesa-gesa.

Ketika orang tua atau guru menemukan perbedaan perkembangan, langkah yang lebih penting adalah mencari informasi, melakukan skrining, serta mendapatkan asesmen dari tenaga yang memiliki kompetensi.

“Setiap anak memiliki ritme yang berbeda-beda. Jadi jangan langsung memberikan label,” ujar Nurhasmila.

Radio SBL melalui Podcast Jumat Ceria mendorong keluarga dan sekolah di Pinrang untuk tidak ragu memanfaatkan layanan pendampingan yang tersedia.

Anak dipahami, keluarga dikuatkan, tumbuh kembang dimaksimalkan.

SBL 92.4 FM — Suara Pinrang, Suara Kita!

Cover siaran SBL
LIVE 92.4 FM
Radio SBL 92.4 FM
Siaran langsung dari Pinrang